Awas Minyakkita Kemasan Botol Isinya Kurang dari Satu Liter, Disperindag Temukan Ada Di Banjarbaru

by
14 Maret 2025
Beredar kemasan botol Minyakkita disinyalir isinya tidak sampai satu liter. (Foto ilustrasi : Ervan/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Beredarnya kabar isi Minyakkita tidak sesuai ukuran ternyata juga ditemukan di Kota Banjarbaru.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Banjarbaru, Muriani mengaku pihaknya menemukan peredaran Minyakkita di pasaran dijual tak sesuai takaran.

“Kemarin kami ke Pasar Bauntung, lalu kami ambil sampel di satu toko. Ada sekitat 10 buah kemasan botol ditemukan tak sesuai takaran,” ungkap Kepala Disperindag Kota Banjarbaru, Muriani saat ditemui di ruangannya Kamis (13/3/2025).

Dari hasil sidak tersebut pihaknya mengambil sempel 10 botol Minyakkita yang dianggap telah dipasarkan namun tidak sesuai dengan takaran.

“Kalau dilihat benar-benar memang botolnya tidak sampai 1 liter. Dari hasil penelitian tim kami dari ke-10 botol itu semuanya isinya tidak sampai 1 liter,” tegasnya.

Muriani menjelaskan bahwa yang dijadikan hanya sempel botol, karena Minyakkita botolan lebih rawan diselewengkan.

“Karena kemasan yang pakai botol itu tidak lack, jadi tutupnya bisa dibuka dikurangi,” tambahnya.

Menurutnya setelah dilakukan penelitian kemasan botol Minyakkita terisi takarannya tak sesuai dengan yang tertera di kemasan pasalnya isi sebenarnya hanya 750 mililiter

“Mestinya batas toleransi kurangnya takaran Minyakita ini disebutkannya adalah 15 ml, sedangkan yang ditemui di lapangan bahkan sampai 30 ml. Jadi rata-rata 97-96 mungkin hampir 98 ada tetapi di atas itu tidak ada,” tegasnya.

Muri mengimbau masyarakat agar membeli kemasan plastik yang disinyalir sampai saat ini masih aman.

“Memang pedagang maupun pembeli di Banjarbaru tak mengetahui tentang kurangnya takaran Minyakkita di pasaran. Pasalnya mereka belinya sudah dus-dus atau kotak-kotak jadi tidak bisa memilih atau melihat takarannya mereka hanya tau harga pasarnya berapa, dijualnya rata-rata Rp17 ribu,” pungkasnya.

Salah seorang warga Banjarbaru Hj Masitah mengaku tidak tau kalau kemasan Minyakkita botol isinya tidak sampai satu liter.

“Saya malah tidak tau, padahal kami juga memakai minyak goreng merk itu tapi kadang kami beli yang kemasan plastik. Pernah juga pakai yang botol, mungkin kedepan kami pakaki yang plastik saja,” ucap warga Syamsudin Noor, Landasan Ulin itu.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)