Perempuan Dayak Dorong Kemandirian Pangan Keluarga Lewat Penanaman Cabai

NEWSWAY.CO.ID, PULANG PISAU – Upaya penguatan ketahanan pangan berbasis rumah tangga terus didorong Lembaga Perempuan Dayak Kabupaten Pulang Pisau. Bersama Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, lembaga ini menggelar reses perorangan di Aula Dinas Pertanian Pulang Pisau, Jumat, (7/10 2025), sekaligus mengevaluasi progres pendampingan penanaman cabai yang sebelumnya telah dibagikan kepada kelompok perempuan.

Ketua Lembaga Perempuan Dayak Pulang Pisau Andriani mengatakan, kegiatan reses kali ini tidak hanya menyerap aspirasi, tetapi juga mengonfirmasi sejauh mana perkembangan pemberdayaan perempuan di bidang pangan keluarga. Bibit cabai sebelumnya disalurkan kepada kelompok PKK, ibu rumah tangga, tokoh agama hingga pemuda, terpusat di wilayah Kecamatan Kahayan Hilir.

“Ini tindak lanjut dari penanaman cabai yang telah kami distribusikan beberapa waktu lalu. Kami ingin memastikan gerakan ini berjalan dan memberikan dampak nyata bagi keluarga,” ujar Andriani.

Ia menjelaskan, gerakan menanam cabai ini tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan agenda budaya dan sosial pada akhir tahun. Pada penutupan tahun nanti, Lembaga Perempuan Dayak Pulang Pisau berencana menampilkan kuliner tradisional Pangianan Sukup Simpan, yang merupakan sajian khas bernuansa kebersamaan dalam masyarakat Dayak.

Selain itu, kegiatan seni Goyang Borneo juga akan digelar sebagai bentuk pelestarian budaya gerak khas Dayak yang saat ini tengah dikembangkan di berbagai daerah. Kegiatan tersebut diharapkan memberi ruang berekspresi sekaligus memperkuat identitas budaya perempuan Dayak.

“Perempuan Dayak punya peran penting sebagai penjaga budaya dan penggerak ekonomi rumah tangga. Menanam cabai itu sederhana, tapi dampaknya besar untuk kemandirian keluarga,” tambahnya.

Andriani mengajak perempuan Pulang Pisau, khususnya ibu rumah tangga, untuk aktif mengambil peran dalam gerakan pangan mandiri ini. Ia menegaskan ketahanan pangan dimulai dari rumah dan fondasinya adalah perempuan itu sendiri.

“Semoga gerakan ini bukan hanya meningkatkan ekonomi keluarga, tetapi juga memperkuat rasa bangga kita sebagai masyarakat Dayak,” tutupnya. (nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog