500 Jukung Meriahkan Festival Pasar Terapung Lok Baintan 2025

10 November 2025
Pembukaan festival pasar terapung oleh Pj Sekda Banjar (Foto : RSB/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Sebanyak lima ratus jukung atau perahu tradisional memenuhi aliran Sungai Martapura pada pelaksanaan Festival Pasar Terapung Lok Baintan 2025, yang digelar di Desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Minggu (9/11/2025).

Festival tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) ini dibuka dengan prosesi pemutaran tanggui dan pelepasan kembang api asap.

Kegiatan resmi dibuka oleh Pj Sekda Banjar H Ikhwansyah, mewakili Bupati Banjar H Saidi Mansyur, serta dihadiri unsur Forkopimda, para kepala SKPD, camat, pambakal, tokoh masyarakat, dan sejumlah tamu undangan.

Ikhwansyah menyampaikan, Festival Pasar Terapung bukan sekadar ajang hiburan, melainkan sarana pelestarian budaya dan tradisi masyarakat Banjar yang telah diwariskan turun-temurun.

“Pasar Terapung Lok Baintan merupakan ikon pariwisata unggulan yang merepresentasikan kehidupan masyarakat sungai, nilai kebersamaan, serta ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal,” ujarnya.

Ia mengungkapkan kebanggaan karena Pasar Terapung Lok Baintan kini menjadi bagian dari kawasan Geopark Meratus, destinasi berkelas dunia berbasis alam dan budaya.

Selain itu, sejak tahun 2015, pasar terapung ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Pengakuan tersebut menegaskan bahwa tradisi jual beli di atas perahu bukan hanya milik masyarakat Banjar, tetapi juga warisan budaya bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan,” tutur Ikhwansyah.

Ikhwansyah menyampaikan apresiasi kepada Disbudporapar dan seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini.

“Festival ini diharapkan dapat menjadi sarana promosi pariwisata Kabupaten Banjar ke tingkat nasional hingga internasional, sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat, pelaku UMKM, perajin, dan pelaku wisata di sekitar lokasi pasar terapung,” harapnya.

Kepala Disbudporapar Banjar, H Irwan Jaya mengatakan, antusiasme masyarakat setiap tahun menunjukkan bahwa Pasar Terapung memiliki nilai historis dan daya tarik wisata yang kuat.

“Pasar terapung bukan sekadar atraksi wisata, tetapi ekosistem ekonomi budaya yang harus terus dilestarikan,” ujarnya.

Irwan merinci sejumlah kegiatan yang memeriahkan festival, antara lain lomba formasi jukung Banjar, balap jukung baanam, kuliner terapung, jukung hias tradisional, balap jukung acil Lok Baintan, pentas seni budaya panggung terapung, lomba fotografi, dan videografi.

“Selama dua hari pelaksanaan, jumlah pengunjung meningkat menjadi sekitar tiga hingga lima ribu orang, berdasarkan sirkulasi perahu yang datang,” jelasnya.

Ia mengatakan, ciri khas transaksi manual atau barter di pasar terapung akan terus dijaga sebagai warisan budaya sungai.

“Para pedagang, yang sebagian besar merupakan ibu-ibu berpakaian sasirangan, menawarkan hasil kebun, sayur-mayur, buah-buahan, kue tradisional, hingga produk kerajinan lokal,” kata Irwan.

Sebagai penutup, panitia membagikan doorprize kepada para pedagang melalui sesi tanya jawab interaktif yang dipandu oleh Pj Sekda dan sejumlah pejabat lainnya, menambah kemeriahan dan keakraban di penghujung festival.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog