Demo Tolak KUHAP Jilid Dua, Mahasiswa Sampaikan Tiga Tuntutan

by
26 November 2025
Ratusan mahasiswa malakukan demo di depan gedung DPRD Prov Kalsel sebelum akhirnya menduduki ruang paripurna. (Foto : ist/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARMASIN — Ratusan mahasiswa kembali memadati kawasan Gedung DPRD Kalimantan Selatan pada Rabu (26/11/2025) dalam aksi Demo Tolak KUHAP Jilid Dua. Ini menjadi lanjutan dari aksi sebelumnya yang digelar pada Senin (24/11/2025) dan dinilai belum memberi hasil memuaskan.

Para mahasiswa mengaku sempat kecewa pada aksi pertama karena tidak diberi akses masuk ke Gedung DPRD Kalsel. Kali ini, mereka kembali datang dengan tuntutan yang sama dan menegaskan bahwa aspirasi mereka harus disampaikan langsung di dalam ruang sidang.

Sambil menunggu kehadiran pimpinan dewan, sejumlah perwakilan mahasiswa bergantian berorasi, menyuarakan keresahan terkait KUHAP baru serta isu-isu lingkungan dan sosial lainnya. Tak lama kemudian, Ketua DPRD Kalsel H Supian HK bersama beberapa pimpinan dewan hadir menemui massa untuk berdialog.

Negosiasi berlangsung cukup panjang. Pihak DPRD awalnya hanya memperbolehkan beberapa perwakilan mahasiswa masuk karena keterbatasan ruangan. Namun mahasiswa menolak, menegaskan bahwa mereka adalah satu kesatuan. Setelah berunding, pimpinan DPRD akhirnya mengizinkan seluruh massa memasuki Rumah Banjar dengan syarat tetap menjaga keamanan.

Massa kemudian masuk secara tertib sesuai barisan universitas masing-masing. Di dalam gedung, para Ketua BEM dari berbagai kampus menyampaikan tiga isu utama:

Penolakan KUHAP, Kritik terhadap penurunan kualitas BBM, Penolakan penetapan Taman Nasional Pegunungan Meratus.

Setelah mendengar penyampaian mahasiswa, pimpinan DPRD Kalsel menyatakan menerima seluruh tuntutan dan berkomitmen meneruskannya ke DPR RI. Komitmen tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang ditandatangani Ketua DPRD Kalsel H Supian HK.

Namun bagi Jenderal Lapangan Aksi, Yazid Arifani, langkah itu belum cukup. Ia menegaskan bahwa mahasiswa menuntut enam poin penting, mulai dari penolakan KUHAP hingga penghentian tambang ilegal serta audit lingkungan menyeluruh.

“Kami tidak ingin hanya tanda tangan di atas materai. Kami menunggu bukti konkret dari dewan,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa jika tidak ada tindak lanjut pada Senin nanti, mahasiswa siap menggelar Aksi Jilid Tiga dengan massa lebih besar.

Sementara itu, Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK, menyatakan bahwa seluruh tuntutan mahasiswa akan segera dibawa ke pemerintah pusat pada Senin (1/12/2025). Ia menilai aksi mahasiswa sebagai bagian dari kolaborasi untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Kami berasal dari rakyat untuk rakyat. Aspirasi ini harus kami sampaikan,” ucap Supian. Ia juga mengapresiasi mahasiswa atas sikap kritis mereka dan berterima kasih kepada aparat kepolisian yang menjaga keamanan selama aksi berlangsung.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog