Dibuka Wagub Hasnur, Festival Pasar Wadai Ramadan 1447 H Jadi Simbol Budaya Banjar

by
20 Februari 2026
Wakil Gubernur Kalsel H. Hasnuryadi Sulaiman dan Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin di pembukaan Festival Pasar Wadai Ramadan 1447 H di Panggung Utama Siring 0 Km, Banjarmasin, Kamis (19/2/2026) sore. (foto: adpim)

NEWSWAY.CO.ID, KALSEL – Pasar wadai menjadi salah satu yang tidak terpisahkan dari budaya Banjar setiap bulan Ramadan. Seperti tahun ini, Wakil Gubernur Kalsel, H. Hasnuryadi Sulaiman, didampingi Ketua BKOW Kalsel drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi secara resmi membuka Festival Pasar Wadai Ramadan 1447 H di Panggung Utama Siring 0 Km, Banjarmasin, Kamis (19/2/2026) sore.

Festival Pasar Wadai Ramadan 1447 H/2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Kalsel bersama Pemerintah Kota Banjarmasin merupakan tradisi tahunan. Sekitar 200 stan menyajikan aneka wadai dan hidangan khas Banjar untuk berbuka puasa, serta tersedia layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengunjung.

Pembukaan juga turut dihadiri Ketua DPRD Kalsel bersama jajaran Forkopimda Kalsel, Wali Kota Banjarmasin bersama Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, H. M. Syarifuddin bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kalsel, Hj. Masrupah Syarifuddin, serta para kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel.

Festival didukung sejumlah sponsor dan digelar setiap hari pukul 16.00–18.00 WITA selama bulan Ramadan ini tidak hanya menjadi pusat kuliner Ramadan, tetapi juga wadah silaturahmi dan dukungan bagi UMKM lokal.

Wagub Hasnuryadi dalam sambutannya, atas nama pribadi dan pemerintah menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah. “Semoga bulan penuh berkah ini menjadi momentum bagi kita semua untuk memperkuat pengabdian kepada Banua tercinta,” ucap

Hasnuryadi menegaskan bahwa Pasar Wadai bukan sekadar tempat jual beli makanan berbuka puasa, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat Kalsel. “Pasar Wadai adalah warisan tradisi Banua yang selalu dinanti setiap Ramadan. Di sini bukan hanya transaksi ekonomi yang terjadi, tetapi juga silaturahmi lintas agama dan golongan yang mempererat kebersamaan,” katanya.

Suasana hangat menjelang berbuka puasa menjadi ciri khas yang memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Selain sebagai simbol budaya, kata Hasnur, Pasar Wadai juga berperan penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah, khususnya melalui pelaku UMKM. Namun demikian, orang nomor dua di Kalsel itu mengingatkan pentingnya semangat berbagi.

“Bagi yang memiliki rezeki lebih, mari berbelanja bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk dibagikan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Ramadan adalah bulan berbagi,” pesannya.

Wagub Hasnur juga berpesan kepada para pedagang agar menjaga kualitas produk yang dijual kepada masyarakat. “Pastikan makanan yang dijual itu halal, sehat, bersih, dan aman untuk dikonsumsi. Kepercayaan masyarakat adalah hal yang utama,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalsel atas dukungan penuh dalam penyelenggaraan Pasar Wadai Ramadan 1447 Hijriah.

Dalam sambutannya, ia secara khusus menyampaikan penghargaan kepada Gubernur Kalsel, Muhidin, serta Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, beserta seluruh jajaran Pemprov Kalsel yang telah berkolaborasi menyukseskan agenda tahunan tersebut.

Yamin menegaskan, sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota bukan sekadar pembagian peran dalam sebuah kegiatan, melainkan penyatuan visi demi kemajuan daerah.

“Sinergi ini bukan hanya tentang siapa berbuat apa dalam sebuah acara, tetapi tentang menyatukan visi untuk menggerakkan perekonomian daerah melalui pemberdayaan UMKM, memperkuat identitas budaya Banjar agar tetap lestari, serta menghadirkan ruang kolaborasi yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh warga,” ujarnya.

Menurutnya, Pasar Wadai Ramadan menjadi contoh nyata bagaimana kerja sama lintas pemerintahan mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun pelestarian budaya.

Walikota berharap kebersamaan dan kolaborasi yang telah terjalin dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. “Semoga kebersamaan ini terus membawa berkah bagi kemajuan Banua kita tercinta,” tutupnya.

Usai pembukaan, Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman didampingi Ketua BKOW Kalsel drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi meninjau stan-stan kuliner dan menyapa masyarakat. Sesekali mereka melihat langsung aneka produk UMKM yang ditawarkan para pedagang, (adpim)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)