Lisa Halaby Antarkan Kota Banjarbaru Raih Penghargaan Nasional Program PENARI 2025

by
8 Desember 2025
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru dr Juhai Tri Agustina beserta staf seusai menerima penghargaan. (Foto : ist/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Dibawah kepemimpinan Wali Kota perempuan, Hj Erna Lisa Halaby Kota Banjarbaru kembali menorehkan prestasi ditingkat nasional, sebagai kota yang bergerak menuju Kota Kreatif, Kota Banjarbaru terus melakukan inovasi dan berbuah penghargaan nasional melalui bidang kesehatan dari Kementrian Keseatan RI.

Kota Banjarbaru meraih prestasi membanggakan dengan memperoleh Apresiasi PENARI Tertinggi ke-2 Tingkat Nasional, serta predikat Terbaik ke-2 Nasional untuk Pencapaian Cakupan Imunisasi Kejar MR dari Kementerian Kesehatan. Penghargaan tersebut diserahkan di Balai Kartini Jakarta, pada Senin, 8 Desember 2025, oleh Direktur Imunisasi Kemenkes, dr. Prima Yosephine, MKM, mewakili Menteri Kesehatan.

Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby mengapresiasi atas capaian tersebut dan berharap memberikan stimulus dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Alhamdulillah pada pelaksanaan PENARI dalam rangka HKN ke-61 Tahun 2025, tercatat 475 dari 514 kabupaten dan kota di Indonesia ikut berpartisipasi. Program ini juga menjadi ajang apresiasi bagi daerah dan tenaga kesehatan yang menunjukkan kinerja terbaik dalam upaya percepatan imunisasi. Kota Banjarbaru meraih peringkat ke dua,” jelas orang nomor satu di Banjarbaru itu.

~ Advertisements ~

Wali Kota menegaskan, capaian tersebut menjadi bukti komitmen Kota Banjarbaru dalam meningkatkan kualitas layanan imunisasi dan kesehatan anak, serta mendorong tercapainya Indonesia yang lebih sehat dan bebas PD3I.

“Kedepan pemerintah akan terus meningkatkan kinerja agar kualitas kesehatan masyarakat semakin terjamin,” tegasnya.

~ Advertisements ~

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr. Juhai Tri Agustina, menegaskan bahwa program imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efisien dan dinilai sangat cost-effective dalam mencegah Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).

“Memang hingga Desember 2024 lalu, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dengan tercatatnya 973.378 anak berstatus zero dose serta 746.132 anak dengan imunisasi tidak lengkap, yang turut memicu peningkatan kasus PD3I. Namun Kota Banjarbaru terus berusaha meningkatkan pelayanan,” jelasnya.

Sebagai langkah strategis untuk memperbaiki kondisi tersebut, menurutnya, Kementerian Kesehatan RI menetapkan KMK No. HK.01.07/MENKES/1056/2024 tentang Sepekan Mengejar Imunisasi (PENARI).

“Program ini dilaksanakan tiga kali dalam setahun, yakni pada Pekan Imunisasi Dunia, Peringatan Hari Kemerdekaan RI, serta Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN), dengan tujuan meningkatkan cakupan imunisasi yang tinggi, merata, dan berkualitas di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Berikut daftar penerima Apresiasi PENARI Tingkat Nasional 2025:

Tertinggi ke-1: Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara

Tertinggi ke-2: Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan

Tertinggi ke-3: Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)