Koperasi Produsen Tinggang Permata Asih Dorong Pemberdayaan Peternak Lewat Pelatihan Itik dan Babi

Ketua Koprasi Tingang Permata Asih Leni Simon usai diwawancara. (Foto: Winda/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, PULANG PISAU – Koperasi Produsen Tinggang Permata Asih di bawah Lembaga Perempuan Dayak Nasional (LPDN) Kabupaten Provinsi Kalimantan Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya kelompok peternak.

Melalui kerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, koperasi ini menggelar pelatihan ternak itik dan babi yang dilaksanakan di Kabupaten Pulang Pisau, menyasar dua kelompok binaan. Pelatihan tersebut dilaksanakan di Aula Darma Wanita, Jumat (12/12/2025)

Ketua Koprasi Tingang Permata Asih Leni Simon yang sekaligus menjadi pendamping kegiatan menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga praktik lapangan langsung bersama para praktisi peternakan berpengalaman.

“Peserta bukan hanya mendengar teori, tetapi juga melihat dan mempraktikkan langsung cara beternak yang baik. Bahkan hingga praktik kebiri babi di lapangan, di Jabiren. Ini sangat penting karena masyarakat selama ini beternak secara tradisional turun-temurun, namun belum dibekali ilmu teknis yang benar,” ujar Leni

Koperasi Produsen Tinggang Permata Asih sendiri lanjut Leni merupakan koperasi yang baru dibentuk pada 27 Oktober 2024. Setelah melalui proses legalitas di Kementerian Hukum dan HAM, akta pendirian resmi terbit pada Maret 2025.

“Kami ini masih bayi, tapi kami mencoba menangkap peluang usaha. Bukan koperasi simpan pinjam, tetapi koperasi usaha. Salah satunya bekerja sama dengan pemerintah daerah seperti sekarang,” jelas Leni

Salah satu fokus utama koperasi adalah meningkatkan kapasitas peternak babi dan khususnya di wilayah Garong dan Mimpin, di mana masyarakat banyak menggantungkan ekonomi pada beternak babi secara tradisional.

Lebih lanjut Leni mengatakan, usai pelatihan, peserta akan menerima bantuan ternak berupa itik dan babi yang dihibahkan langsung oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah. Bantuan tersebut disalurkan per kelompok, bukan individu, dengan total dua kelompok binaan.

Selain pelatihan dan bantuan itik dan babi koperasi juga telah membuka sekolah lapang bekerja sama dengan LPDN dan menghadirkan berbagai narasumber praktisi yang telah berpengalaman bertahun-tahun.

“Peserta sangat antusias. Mereka berbagi pengalaman, misalnya bagaimana seekor induk melahirkan hingga 13 anak tetapi hanya satu yang hidup. Dari situ banyak ilmu baru yang didapat terkait pakan, kandang, kebersihan, hingga kesehatan ternak,” ungkapnya.

Melalui program ini, koperasi berharap para peternak mampu mengembangkan usahanya lebih baik, mengatasi kendala teknis yang selama ini menjadi hambatan, dan akhirnya memperbaiki ekonomi rumah tangga.

Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini berasal dari unsur perempuan maupun laki-laki. Meski mayoritas pengelola harian ternak adalah perempuan, beberapa suami turut terlibat dalam pelaksanaan di lapangan.

“Kami ingin mereka bukan hanya memelihara, tetapi juga bisa meningkatkan produksi dan pendapatan keluarga. Itulah tujuan utama koperasi hadir,” pungkasnya.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog