NEWSWAY.CO.ID, PULANG PISAU – Pelatihan peningkatan kapasitas peternak dalam pengembangan usaha ternak babi yang digagas Koperasi Tinggang Permata Asih resmi ditutup, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini menjadi bagian dari upaya strategis mendorong kemandirian ekonomi peternak perempuan di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas.
Penutupan pelatihan dilakukan langsung oleh Ketua Koperasi Tinggang Permata Asih Kalimantan Tengah, Leni Simon. Koperasi ini merupakan binaan Lembaga Perempuan Dayak Nasional (LPDN) Provinsi Kalimantan Tengah. Selama pelaksanaan kegiatan, pelatihan mendapat apresiasi tinggi dari para peserta karena dinilai memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan.
Rangkaian kegiatan pelatihan ditutup dengan praktik lapangan berupa pelatihan kebiri hewan ternak babi yang dilaksanakan di Desa Jabiren, Sabtu (13/12/2025).
Ketua Koperasi Tinggang Permata Asih Kalteng Leni Simon menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, khususnya LPDN Kabupaten Pulang Pisau yang telah memfasilitasi pelaksanaan pelatihan.
“Terima kasih atas dukungan semua pihak. Kami berharap ilmu dan materi yang disampaikan para narasumber tidak berhenti sebatas pengetahuan, tetapi benar-benar diterapkan di lingkungan masing-masing dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Pulang Pisau dan Kapuas,” ujar Leni.
Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Kerja Lembaga Perempuan Dayak Nasional Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025, hasil kerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah. Program tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas kelompok ternak babi dan itik di Kabupaten Pulang Pisau.
Selama pelatihan, peserta dibekali pemahaman teknis budidaya ternak yang baik dan benar, manajemen pakan, kesehatan hewan, pengendalian penyakit ternak, hingga praktik kebiri babi. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi pengelolaan usaha, perhitungan biaya produksi, serta analisis keuntungan usaha peternakan.
Tak hanya aspek teknis, pelatihan ini juga memperkenalkan teknologi sederhana dan inovasi peternakan, mendorong terbentuknya kelompok usaha ternak berbasis komunitas perempuan Dayak, serta memperkuat jejaring antara peternak, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.
Leni Simon menegaskan, peningkatan kapasitas peternak babi di Kabupaten Pulang Pisau saat ini menjadi kebutuhan mendesak. Melalui pelatihan ini, para peternak diharapkan mampu mengelola usaha secara profesional, produktif, dan berkelanjutan.
Dengan berakhirnya pelatihan, LPDN Provinsi Kalimantan Tengah melalui program sekolah lapang berharap para peserta dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat peran perempuan Dayak dalam sektor peternakan.
Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Karinah Asih, mengaku sangat terkesan dan merasakan manfaat langsung dari kegiatan tersebut.
“Kami sangat senang mengikuti pelatihan ini. Harapannya kegiatan seperti ini terus berlanjut, sehingga ilmu yang kami peroleh bisa dimanfaatkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” tutupnya. (nw)
