NEWSWAY.CO.ID, PULANG PISAU – Dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) bekerja sama dengan PLN Nusantara Power melaksanakan penelitian pemanfaatan limbah bottom ash PLTU sebagai agregat halus pada campuran beton mutu sedang. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan sejak September hingga November 2025, Jumat ( 19/12/2025).
Penelitian dilakukan di lingkungan PLTU Pulang Pisau Unit Pembangkitan (UP) 2 x 60 MegaWatt milik PT PLN Nusantara Power Pulang Pisau. Tim peneliti dari Fakultas Teknik UMPR mengkaji pemanfaatan bottom ash limbah hasil pembakaran batu bara sebagai substitusi sebagian pasir pada campuran beton.
Dosen Fakultas Teknik UMPR Dr Diharyo menjelaskan, penelitian ini bertujuan mencari solusi inovatif dan ramah lingkungan dalam pemanfaatan limbah industri energi. Menurutnya, bottom ash memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali, sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari penumpukan limbah PLTU.
“Penelitian ini tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga aplikatif. Kami ingin memastikan bahwa limbah bottom ash dapat dimanfaatkan secara aman dan efektif untuk konstruksi, khususnya beton mutu sedang,” jelas Diharyo
Dalam pengujian laboratorium, tim melakukan variasi komposisi bottom ash sebagai agregat halus, mulai dari 0 persen hingga 50 persen pengganti pasir. Uji kuat tekan beton dilakukan pada umur 28 hari. Hasilnya menunjukkan bahwa komposisi paling optimal terdapat pada campuran 20 persen bottom ash dan 80 persen pasir.
Pada komposisi tersebut, kuat tekan beton mencapai sekitar 21,55 MPa, lebih tinggi dibandingkan beton rencana tanpa bottom ash. Secara keseluruhan, penggunaan bottom ash 20 persen mampu meningkatkan kuat tekan beton hingga sekitar 17 persen, sehingga layak digunakan untuk campuran beton mutu sedang.
Perwakilan PLN Nusantara Power menyambut baik hasil penelitian ini. Kolaborasi dengan perguruan tinggi dinilai sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung inovasi, keberlanjutan lingkungan, dan pemanfaatan limbah secara produktif.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Teknik UMPR berharap hasil penelitian dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah, kontraktor, maupun masyarakat dalam memanfaatkan limbah PLTU secara lebih bernilai. Selain itu, kerja sama antara dunia akademik dan industri diharapkan terus berlanjut untuk menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Tengah.
Penelitian ini menegaskan peran Universitas Muhammadiyah Palangka Raya sebagai institusi pendidikan yang aktif mendorong solusi teknis berbasis riset, sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik di daerah.(nw)
