LPD Kalteng Gelar Pelatihan Anyaman Purun dan Pengolahan Limbah Plastik

Peserta saat praktek menganyam dengan bahan baku purun. ( Foto : Winda/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID.PULANG PISAU–Lembaga Perempuan Dayak (LPD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong adanya kemandirian ekonomi perempuan.

Salah satunya menggelar pelatihan dan pendampingan produk anyaman purun, Senin (22/12/2025) di Gedung Dharma Wanita, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng.

Ketua LPD Provinsi Kalteng Dr. Debora menyampaikan, pelatihan ini bagian dari upaya penguatan kapasitas perempuan Dayak melalui pemanfaatan potensi lokal.

“Kegiatan ini merupakan program bersama Lembaga Perempuan Dayak Nasional dan LPD Provinsi Kalteng, khususnya pada bidang kreativitas dan produktivitas,” ucap Debora.

Pelatihan yang diberikan, tambah Debora, meliputi menganyam purun, membuat lamang, serta mengolah limbah plastik menjadi manik-manik yang berkaitan erat dengan adat dan budaya.

Produk-produk tersebut, Debora harapkan benar-benar dapat dimanfaatkan secara ekonomis sehingga memiliki nilai jual yang tinggi, sekaligus menjadi sumber penghasilan berkelanjutan bagi perempuan Dayak di Kalimantan Tengah.

Dijelaskan Debora program ini menitikberatkan pada pendampingan pengolahan dan pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) berupa purun yang memiliki nilai ekonomi dan budaya.

Selain itu, kegiatan pelatihan ini juga dalam rangka peningkatan dan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), disamping pemanfaatan pengelolaan daya alamnya.

Menurut Debora, SDA di Kalteng memiliki nilai ekonomis tinggi apabila dikelola menjadi suatu produk. Tidak sampai disitu, tetapi juga menjadi bagian dari kebudayaan.

“Kalteng memiliki kekayaan alam yang melimpah. Purun, misalnya, turun termurun sudah dimanfaatkan masyarakat Dayak, sebagai bahan produk rumah tangga seperti tikar, tas, dan berbagai kerajinan lainnya,” jelas Debora.

Melalui pelatihan dan inovasi, Debora harapkan, purun dapat dikelola dan mampu menghasilkan produk dengan nilai jual yang lebih tinggi.

Kembangkan Limbah Plastik
Selain Purun, LPD Kalteng juga mengembangkan program pengolahan limbah plastik menjadi manik-manik yang dapat dijadikan bahan baku aksesoris.

Ditambakan Debora, dalam acara adat Dayak, aksesoris bagian yang tidak terpisahkan. Menurutnya, selama ini masih banyak didatangkan dari luar karena belum bisa produksi sendiri.

“Pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi perempuan,” tambah Debora.

Dengan demikian, para peserta memiliki kapasitas, kemampuan, dan kompetensi, sehingga perempuan Dayak mampu mandiri serta menularkan pengetahuan tersebut turun temurun.( nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog