Bupati Kukuhkan Komite Ekonomi Kreatif Banjarnegara 2025–2030, Minta Kesampingkan Ego Sektoral

by
23 Desember 2025
Bupati Kukuhkan Komite Ekonomi Kreatif Banjarnegara 2025–2030. (Foto : Suho/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana mengukuhkan Unsur Pelaksana Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan Koordinasi Subsektor Ekonomi Kreatif Kabupaten Banjarnegara Periode 2025–2030 di Pendapa Dipayudha, Senin (22/12/2025).

Unsur Pelaksana Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Banjarnegara Periode 2025–2030 yang dikukuhkan antara lain, Kristiono Hadi Pranoto menjabat sebagai Ketua Pelaksana, Amrullah selaku Wakil Ketua, Azis Arifianto Sekretaris, Fauzan Syahrul Wakil Sekretaris, Bani Akbar Dhina Yuda sebagai Bendahara, serta Rani Akbar Dhir Yudha Wakil Bendahara.

Bupati Amalia menekankan pentingnya kekompakan dan mengesampingkan ego sektoral di tubuh Ekraf.

Pengembangan sektor Ekonomi Kreatif sebagai salah satu potensi unggulan di Kabupaten Banjarnegara.

~ Advertisements ~

Dalam arahannya, Bupati Amalia menekankan, Ekonomi Kreatif adalah sektor yang memiliki nilai tambah yang signifikan, yang diciptakan melalui ide-ide inovatif, kreativitas, dan keahlian.

“Kita perlu menjadi kompak, guyup, dan rukun. Hindari sentralistik agar kita bisa membangun wadah yang mampu mengkreasikan dan memaksimalkan potensi sumber daya alam serta budaya yang ada untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan bagi para pelaku ekonomi kreatif, kolaborasi dan kerjasama di antara semua pelaku Ekraf. Kita perlu menjadi kompak, guyup, dan rukun. Hindari sentralistik agar kita bisa membangun wadah yang mampu mengkreasikan dan memaksimalkan potensi sumber daya alam serta budaya yang ada untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dengan semangat sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku Ekraf, pertemuan ini diharapkan menjadi momentum untuk mengembangkan potensi Ekonomi Kreatif Banjarnegara ke tingkat yang lebih tinggi dan berkelanjutan.

Bupati mencontohkan industri getuk goreng Sokaraja yang mampu tumbuh bersama-sama meski produknya serupa.

Industri getuk goreng itu produknya sama, dijual oleh banyak pelaku, tetapi semuanya bisa berjalan, sama-sama untung, dan tidak saling menjatuhkan. Semangat seperti inilah yang harus ditiru oleh pelaku ekonomi kreatif Banjarnegara,” tegas Bupati. (nw)

Reporter : Suho

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog