PLTU Pulang Pisau Salurkan FABA ke MAN 1 dan Pesantren Lirboyo, Dukung Sarana Pendidikan

Paving block dari FABA di MAN 1 Pulang Pisau. ( Foto : Winda/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID,PULANG PISAU – PT. PLN Nusantara Power Pulang Pisau atau yang lebih dikenal dengan PLTU menyalurkan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) kepada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pulang Pisau dan Pondok Pesantren Lirboyo untuk mendukung pembangunan sarana pendidikan.

Bantuan berupa timbunan tanah dan paving tersebut diberikan secara gratis dan dipastikan aman bagi lingkungan, Rabu ( 11/2/2026).

Team Leader Lingkungan PLTU Nusantara Power Pulang Pisau Dani Fatur Rahman mengatakan, FABA merupakan limbah hasil pembakaran batu bara bersuhu tinggi yang telah melalui proses pengelolaan dan pengujian ketat.

“Untuk pengujian laboratorium kadar kimianya, kami diberi mandat oleh PLN Pusat dan Nusantara Power untuk melakukan pengujian secara periodik tiga bulan sekali ke laboratorium eksternal,” kata Fatur.

~ Advertisements ~

Selain pengujian eksternal, PLTU Pulang Pisau juga melakukan pemeriksaan melalui laboratorium internal guna memastikan kualitas FABA tetap terpantau.

“Jadi kandungan kimianya benar-benar kami monitoring secara berkala, baik melalui laboratorium eksternal maupun laboratorium internal milik PLTU Pulang Pisau,” jelasnya.

Dani menerangkan, FABA terdiri dari dua jenis, yakni fly ash atau abu terbang dengan tekstur sangat halus, serta bottom ash atau abu jatuh yang bertekstur lebih kasar.

Untuk mengendalikan abu terbang, PLTU Pulang Pisau telah menggunakan teknologi Electrostatic Precipitator (ESP) yang berfungsi menangkap partikel debu agar tidak keluar melalui cerobong.

“Abu terbang langsung ditangkap dengan teknologi ESP, jadi tidak sampai ke area masyarakat. Selain itu, emisi kami juga dipantau secara real time oleh Kementerian Lingkungan Hidup,” terang Fatur.

Sejak ditetapkan sebagai limbah non B3 berdasarkan keputusan Presiden, FABA kini banyak dimanfaatkan. Di PLTU Pulang Pisau, FABA digunakan untuk timbunan tanah atau subgrade, paving block, serta produk jadi berupa batako.

Terkait penyaluran kepada dunia pendidikan, Fatur menyebutkan bahwa di MAN 1 Pulang Pisau FABA dimanfaatkan sebagai material timbunan tanah sekaligus paving di lingkungan sekolah. Sementara di Pondok Pesantren Lirboyo, FABA digunakan sebagai timbunan tanah.

Ia menambahkan, penyaluran tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung fasilitas pendidikan agar lebih layak dan nyaman bagi peserta didik.

Untuk pemanfaatan oleh masyarakat, PLTU Pulang Pisau telah menjalin MoU bipartit dengan Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau. Masyarakat yang ingin memanfaatkan FABA dapat mengajukan permohonan melalui pemerintah desa dengan melampirkan proposal kebutuhan dan estimasi tonase.

“Kalau sudah disurvei dan dinyatakan layak, akan kami masukkan ke daftar permintaan dan diprioritaskan sesuai kriteria. Dan ini semuanya gratis,” ujar Fatur.

Adapun prioritas pemanfaatan FABA diberikan untuk kebutuhan sosial seperti wilayah terdampak bencana, musibah, maupun fasilitas pendidikan.

Namun demikian, Fatur menegaskan pemanfaatan FABA tidak boleh dikomersialkan. Jika ditemukan pelanggaran, pihak PLTU akan memberikan sanksi tegas.

“Dalam MoU dengan Bupati Pulang Pisau dan turunannya sampai desa ada pasal pelanggaran. Jika FABA dikomersialkan, kami akan menegur bahkan mem-blacklist pemanfaat tersebut,” pungkasnya. (nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog