Targetkan 600 Akseptor Baru, P3AP2KB Kotabaru Masifkan Layanan KB Serentak hingga Pelosok Desa

12 Februari 2026
Kepala Dinas P3AP2KB Kotabaru, Ir. Sri Sulistyani ( Foto Rizal/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, KOTABARU –  Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) memperkuat langkah strategis dalam pengendalian penduduk. Mulai tanggal 9 hingga 15 Februari 2026, agenda KB Serentak digelar di seluruh kecamatan dengan semangat kolaborasi lintas sektoral.

Kepala Dinas P3AP2KB Kotabaru, Ir. Sri Sulistyani menjelaskan, sasaran utama kegiatan ini adalah peserta baru, khususnya pasangan usia subur yang belum menggunakan kontrasepsi serta ibu pasca persalinan maupun pasca keguguran.

“Fokus kami adalah mendorong masyarakat beralih ke MKJP. Dengan metode ini, perencanaan kehamilan menjadi lebih aman dan terjamin hingga 10 tahun ke depan. Hal ini sangat membantu keluarga dalam mengatur jarak kelahiran secara optimal,” jelas Sri Sulistyani saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (11/2/2026).

Program KB Serentak tahun ini menargetkan lebih dari 600 peserta baru. Pencapaian tersebut didukung oleh penyuluh KB, tenaga kesehatan, bidan desa, serta mitra kerja lintas sektor, termasuk jajaran Kodim 1004/Kotabaru yang turut membantu mobilisasi dan sosialisasi di lapangan. Kehadiran aparat dan tenaga kesehatan diharapkan mampu menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa.

~ Advertisements ~

Selain menekan laju pertumbuhan penduduk, program ini juga diarahkan untuk menjaga kesehatan ibu dan anak. Menurut Sri Sulistyani, perencanaan kehamilan yang baik berkontribusi besar terhadap pencegahan stunting.

“Ketika kehamilan direncanakan dengan matang, kesehatan ibu lebih terjaga dan anak lahir dengan kondisi yang lebih sehat. Inilah yang menjadi fokus kami,” tegasnya.

Meski begitu, ia tidak menutup mata terhadap tantangan di wilayah terpencil yang masih memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan. Strategi kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pelayanan KB dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan tenaga kesehatan, bidan desa, kader, dan mitra kerja sangat penting agar pelayanan KB berjalan optimal,” tambahnya.

Sri Sulistyani menekankan bahwa keberhasilan program KB Serentak bukan hanya soal angka kesertaan, tetapi juga kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga.

“Kami ingin ber-KB menjadi kesadaran dan kebutuhan bagi masyarakat. Dengan perencanaan yang baik, keluarga akan lebih sehat, anak tumbuh maksimal, dan kesejahteraan masa depan lebih terjamin. Kami berharap Kotabaru bisa menjadi role model keberhasilan program KB di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (nw)

Reporter : Rizal

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog