Puluhan Rumah Rusak Akibat Angin Kencang Terjang Enam Desa di Sungai Tabuk, BPBD Banjar Salurkan Bantuan

BPBD Banjar serahkan bantuan kepada warga terdampak angin kencang di Kecamatan Sungai Tabuk. (Foto : BPBD Banjar/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Rabu (4/3/2026) sore. Peristiwa yang berlangsung sekitar 10 menit tersebut menyebabkan puluhan rumah warga di enam desa mengalami kerusakan.

Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banjar, bencana tersebut berdampak pada Desa Lok Buntar, Sungai Tabuk Kota, Pematang Panjang, Abumbun Jaya, Gudang Hirang, dan Sungai Pinang Baru.

Total tercatat sebanyak 61 rumah terdampak dengan jumlah 62 kepala keluarga atau 191 jiwa. Selain rumah warga, satu gudang bata milik warga di Desa Lok Buntar serta satu bangunan sekolah, yakni SMP Negeri 2 Sungai Tabuk di Desa Gudang Hirang, juga dilaporkan terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha mengatakan, pihaknya segera melakukan penanganan setelah menerima laporan dari wilayah terdampak.

~ Advertisements ~

“Setelah menerima informasi kejadian cuaca ekstrem di Kecamatan Sungai Tabuk, kami langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan pemerintah desa serta mengerahkan Tim Reaksi Cepat untuk melakukan asesmen di lapangan,” ujarnya, Kamis (5/03/2026).

Selain melakukan pendataan, BPBD Kabupaten Banjar juga menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak. Bantuan tersebut diserahkan di Kantor Kecamatan Sungai Tabuk dan diterima oleh perwakilan warga dari desa-desa yang terdampak.

Wasis berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

“Kami berharap bantuan logistik ini dapat membantu kebutuhan dasar warga yang terdampak. BPBD juga akan terus melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan kondisi di lapangan,” tuturnya.

Saat ini tim BPBD juga masih melakukan identifikasi serta perhitungan tingkat kerusakan rumah warga. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar pengajuan bantuan dana rehabilitasi bagi warga terdampak.

Meski demikian, kondisi cuaca di wilayah tersebut dilaporkan telah kembali normal dan tidak ada laporan korban jiwa. Pendataan kerusakan dan kebutuhan warga masih terus dilakukan oleh tim di lapangan.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog