Kabupaten Banjar Raih Peringkat I Produksi Perikanan Budidaya Tertinggi se-Kalimantan Selatan 2025

DKPP Banjar raih peringkat 1 produksi perikanan terbanyak sekalsel (Foto : DKPP Banjar/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Kabupaten Banjar meraih penghargaan sebagai daerah dengan produksi perikanan budidaya tertinggi se-Kalimantan Selatan tahun 2025.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebagai bentuk apresiasi atas capaian produksi perikanan budidaya yang dinilai paling besar dibanding kabupaten/ kota lainnya di daerah tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar, Sipliansyah Hartani mengatakan, penghargaan ini diberikan karena produksi perikanan budidaya Kabupaten Banjar menjadi yang tertinggi di Kalimantan Selatan.

“Jadi terkait penghargaan yang diberikan provinsi kepada kami, khususnya DKPP Kabupaten Banjar, karena dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, produksi perikanan budidaya kita yang terbesar,” ujarnya, Jumat (6/03/2026).

~ Advertisements ~

Ia menjelaskan, capaian tersebut juga didukung oleh keberhasilan realisasi target produksi pada tahun 2025 yang hampir mencapai 100 persen dari target yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Target kita di 2025 kemarin hampir 100 persen tercapai dari target produksi yang sudah ditetapkan,” ucapnya.

Sipliansyah mengungkapkan, penghargaan ini merupakan yang pertama kali diterima oleh Kabupaten Banjar terkait produksi perikanan budidaya.

Dalam sektor budidaya perikanan, terdapat dua komoditas utama yang menjadi penyumbang produksi terbesar di Kabupaten Banjar, yakni ikan patin dan ikan nila. Selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, hasil produksi tersebut juga dipasarkan ke berbagai daerah lain.

“Kita ada dua komoditas tertinggi yaitu patin dan nila. Selain memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Banjar, hasilnya juga dikirim ke beberapa kabupaten/kota di Kalimantan Selatan bahkan ke provinsi tetangga seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, hingga Kalimantan Barat,” jelasnya.

Untuk tahun 2026, DKPP Kabupaten Banjar menargetkan produksi perikanan budidaya tetap meningkat meskipun sejumlah pembudidaya sempat terdampak banjir yang terjadi pada akhir tahun lalu.

“Kami berharap para pembudidaya yang terdampak banjir bisa bangkit kembali sehingga target produksi tahun 2026 yang cukup tinggi dapat tercapai,” pungkasnya. (nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog