Komite Ekonomi Kreatif Banjarbaru Apresiasi Tadarus Puisi ke-20, Dorong Ruang Kreatif bagi Seniman

by
7 Maret 2026
Ketua Umum KEK Lota Banjarbaru, H Riandy Hidayat SE (tengah) bersama Kadiapora dan Staf Ahli Wali Kota saat membuka acara Tadarus Puisi ke 20. (Foto : newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Komite Ekonomi Kreatif Kota Banjarbaru menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Tadarus Puisi ke-20 yang kembali mempertemukan para penyair, seniman, budayawan, serta komunitas kreatif dalam satu ruang perjumpaan yang sarat makna pada Jumat (6/03/2026) di panggung utama pasar Eamadhan, lapangan Murdjani.

Dalam sambutannya Ketua Harian KEK, Narwanto yang mewakili Ketua Umum KEK, H Ryandi Hidayat menyampaikan rasa syukur karena para pelaku seni dan budaya dapat kembali berkumpul untuk merayakan puisi sebagai medium ekspresi, refleksi zaman, sekaligus ruang berbagi gagasan dan harapan.

Menurutnya, puisi tidak sekadar rangkaian kata, tetapi merupakan cara manusia merawat rasa, membaca perubahan zaman, serta menyuarakan nurani.

“Melalui puisi pula, kreativitas menjadi sarana halus untuk menyampaikan makna kehidupan,” terangnya.

~ Advertisements ~

Kehadiran Komite Ekonomi Kreatif Banjarbaru dalam kegiatan tersebut, lanjutnya, didasari keyakinan bahwa kreativitas memerlukan ruang untuk tumbuh dan berkembang.

“Kami berharap Komite Ekonomi Kreatif tidak menjadi lembaga yang jauh dari komunitas, melainkan berperan sebagai wadah sekaligus jembatan yang menghubungkan pelaku kreatif, komunitas seni, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat luas,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa kreativitas lahir dari perjumpaan, dialog, dan kolaborasi. Oleh karena itu, kegiatan seperti Tadarus Puisi dinilai menjadi contoh nyata bagaimana ruang kreatif dapat hidup dan berkembang melalui energi komunitas.

Salah satu penampil dari Sanggar Langit Tanjung, Tabalong dalam acara Tadarus Puisi ke 20. (Foto : newsway.co.id)

Ia menjelaskan bahwa Komite Ekonomi Kreatif Banjarbaru berupaya membuka jalan agar berbagai karya, gagasan, serta kreativitas yang lahir dari ruang-ruang komunitas dapat terus berkembang. Tidak hanya sebagai ekspresi seni, tetapi juga sebagai kekuatan budaya yang memperkaya identitas kota.

“Banjarbaru adalah kota yang sedang bertumbuh. Kota yang maju bukan hanya dibangun oleh beton dan jalan raya, tetapi juga oleh imajinasi, seni, dan kreativitas warganya,” ujarnya.

Melalui momentum Tadarus Puisi ke-20, para pelaku kreatif diajak untuk terus merawat ruang-ruang kreatif, memperkuat jejaring, serta saling mendukung agar Banjarbaru semakin dikenal sebagai kota yang ramah bagi ide, karya, dan kreativitas.

Untuk diketahui gelaran tadarus puisi ke 20 tahun 2026 mengambil tema 142 penyair menuju bulan yang merupakan kumpulan buku antologi puisi yamh disunting sastrawan Arsyad Indradi.

Dalam kegiatan tersebut juga hadir seniman, sastrawan dan budayawan dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan dengan menampilkan berbagai jenis pertunjukan.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog