NEWSWAY.CO.ID, PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2026 di Aula Andris P Nandjan Kantor BKAD, Senin (20/04/2026).
Kepala Bapenda Pulang Pisau, Zulkadri, mengatakan rakor tersebut menjadi momentum evaluasi terhadap pencapaian target PAD tahun 2026 sekaligus merumuskan langkah optimalisasi ke depan.
“PAD ini merupakan salah satu sumber pendapatan yang sangat diandalkan, terutama di tengah adanya defisit anggaran dari pemerintah pusat. Karena itu, perlu kita optimalkan secara maksimal,” ujar Zulkadri.

Ia menyebutkan, target PAD Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2026 ditetapkan lebih dari Rp98 miliar. Hingga semester pertama, realisasi PAD telah mencapai sekitar 19,47 persen.
Menurutnya, kontribusi terbesar terhadap PAD masih berasal dari sektor pajak daerah yang dikelola oleh Bapenda, sementara sektor retribusi relatif merata di sejumlah perangkat daerah.
“Untuk target terkecil ada di tingkat kecamatan, sekitar Rp2,5 juta, dan hingga awal tahun ini masih belum ada realisasi. Ini menjadi perhatian bersama agar bisa dioptimalkan,” jelasnya.
Zulkadri menambahkan, sesuai arahan Sekretaris Daerah dan Bupati Pulang Pisau, optimalisasi PAD perlu difokuskan pada penguatan objek-objek teknis, termasuk potensi yang ada di wilayah kecamatan.
Dalam upaya mencapai target, Bapenda akan melakukan strategi intensifikasi dan ekstensifikasi. Intensifikasi dilakukan dengan mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan yang sudah ada, sedangkan ekstensifikasi dilakukan dengan menggali potensi dan objek baru.
“Kita juga terus memperbaiki sistem pelayanan dan mempermudah kanal pembayaran agar masyarakat lebih mudah dalam memenuhi kewajibannya,” tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya pembayaran pajak dan retribusi daerah sebagai kontribusi terhadap pembangunan.
“Kita harapkan masyarakat semakin sadar dan patuh dalam memenuhi kewajibannya, karena hasilnya juga akan kembali dirasakan dalam bentuk pembangunan daerah,” tandasnya. (nw)
