Peningkatan Jalan Lingkungan Jadi Fokus 2026, Salah Satu Program Prioritas Wali Kota Banjarbaru

28 April 2026
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Banjarbaru, Adi Maulana.(Foto : newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru melalui bidang Bina Marga Dinas PUPR, menegaskan pembangunan infrastruktur tahun 2026 akan difokuskan pada program prioritas Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, khususnya peningkatan jalan lingkungan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Ada dua paket masuk dalam daftar 10 proyek strategis tahun 2026 berdasarkan SK Wali Kota Nomor 100.3.3.3/756/KUM/2025, kedua paket tersebut adalah pembangunan jembatan dan peningkatan jalan lingkungan di Kecamatan Liang Anggang dengan nilai sekitar Rp4,9 miliar.

Menurut Kabid Bina Marga, Adi Maulana, kebijakan ini diambil sebagai bagian dari efisiensi anggaran sekaligus menjawab kebutuhan riil warga di tingkat permukiman.

~ Advertisements ~

“Pada tahun anggaran 2026, terdapat sembilan paket pekerjaan murni yang akan dilaksanakan. Paket tersebut terdiri dari empat paket pemeliharaan jalan, empat paket peningkatan jalan, serta satu paket pembangunan jembatan di kawasan Guntung Manggis, tepatnya di Jalan Purnawirawan, dengan nilai anggaran sekitar Rp6,5 miliar,”jelas Adi Maulana saat ditemui di kantornya, Senin (27/04/2026).

Sementara untuk program peningkatan jalan, pemerintah memprioritaskan jalan lingkungan di sejumlah wilayah seperti Landasan Ulin, Cempaka, Liang Anggang, hingga kawasan Peramuan Ujung.

“Total panjang penanganan mencapai 2,8 kilometer dengan nilai anggaran sekitar Rp14 miliar,” jelas Adi.

Untuk pemeliharaan jalan berkala juga dilakukan di beberapa titik, di antaranya Kecamatan Cempaka, rehabilitasi jalan lingkungan di Landasan Ulin dan Liang Anggang, serta perbaikan jalan lingkungan di Banjarbaru Utara dan Banjarbaru Selatan.

“Total panjang pekerjaan pemeliharaan mencapai 3,1 kilometer dengan anggaran sebesar Rp14,1 miliar. Penentuan lokasi proyek sendiri didasarkan pada hasil musrenbang, prioritas pembangunan daerah, serta aspirasi masyarakat yang diselaraskan dengan visi dan misi kepala daerah.,” bebernya.

Seluruh paket pekerjaan saat ini telah memasuki tahap kontrak, saat ini tahapan kegiatan pengukuran bersama telah selesai dilakukan dan dilanjutkan dengan rapat MC-0 untuk mengetahui kondisi awal pekerjaan.

“Pelaksanaan fisik di lapangan ditargetkan mulai pada minggu kedua Mei 2026, dengan masa kontrak pekerjaan jalan berlangsung dari 2 April hingga 29 Agustus 2026. Sementara khusus pembangunan jembatan ditargetkan selesai dalam waktu tujuh bulan kalender atau hingga Oktober 2026,” tegas Adi.

Adi juga mengaku optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu, meski dihadapkan pada tantangan kenaikan harga bahan material akibat fluktuasi harga BBM.

“Kenaikan harga Bbmtentu akan berpengaruh dengan harga bahan, Namun, sesuai ketentuan, penyesuaian anggaran tidak dapat dilakukan kecuali ada kebijakan dari pemerintah pusat,”ucapnya.

Diketahui, anggaran infrastruktur pada tahun 2025 berada di kisaran Rp100 miliar, namun pada 2026 hanya sekitar Rp34 miliar, karena efisiensi, untuk itu dilakukan penyesuaian dengan fokus yang lebih tajam pada pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog