NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Sedimen endapan lumpur pada waduk PB Soedirman Mrica Banjarnegara, menjadi sorotan untuk dimanfaatkan sebagai produk bernilai guna. Hal ni tercetus saat kunjungan jajaran pimpinan PLN Indonesia Power ke UBP Mrica, Senin (27/4/2026) dengan fokus pada pemanfaatan sedimen waduk.
Senior Manager UBP Mrica, Nazrul Very Andhi saat di konfirmasi awak media (29/4/2026) membenarkan, sedimentasi memang menjadi tantangan rutin di waduk, tetapi kini tidak hanya ditangani lewat pendekatan teknis seperti pengerukan.
“Sedimentasi memang proses alami, tapi kami dorong agar materialnya juga bisa dimanfaatkan sehingga memberi nilai tambah,” ujarnya.

Material sedimen kini mulai diolah menjadi bahan pupuk organik dan bahan baku batu bata. Pendekatan ini disebut sebagai bagian dari konsep ekonomi sirkular, mengubah limbah menjadi sumber manfaat.
Menurut Nazrul, langkah ini tak hanya membantu mengurangi penumpukan sedimen, tetapi juga membuka potensi ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
“Kalau sebelumnya sedimen dianggap masalah, sekarang kami dorong menjadi sesuatu yang bernilai,” katanya.
Komisaris Utama, Arif Budiman menilai, inovasi itu menjadi contoh bahwa persoalan lingkungan bisa dikelola dengan pendekatan produktif.
“Yang menarik justru bagaimana tantangan seperti sedimentasi tidak hanya ditangani, tapi diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.
Senada, Direktur Operasi Pembangkit dan Gas, Purnomo menyebut, pemanfaatan sedimen menjadi bagian strategi jangka panjang. “Inovasi ini membuktikan tantangan operasional bisa melahirkan peluang ekonomi,” katanya.
Dari pupuk hingga batu bata, sedimen yang dulu dianggap masalah kini mulai diposisikan sebagai potensi. Sebuah cara baru melihat waduk bukan hanya sebagai sumber energi, tapi juga sumber ekonomi.(nw)
Reporter: Suho
