NEWSWAY.CO.ID, KOTABARU – Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Perhubungan tengah menyiapkan transformasi besar-besaran pada sektor transportasi darat yang merupakan visi misi Bupati dan wakil Bupati Kotabaru dalam memberikan kemudahan dan pelayanan prima kepada masyarakatnya .
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kotabaru, Khairian Anshari, S.STP, M.Si, melalui Kasi Angkutan Jalan, Muhammad Akbar, mengungkapkan bahwa tahun 2026 akan menjadi titik awal peremajaan total angkutan perkotaan dengan sistem By The Service (BTS).
Salah satu terobosan utama yang disiapkan adalah pemecahan trayek tunggal menjadi tujuh koridor strategis yang mencakup wilayah-wilayah kunci seperti Batu Selira, Sigam ,Nusa indah, Sebelimbingan, Megasari, hingga Gunung Ulin dan Mandin.

“Sistemnya bersifat komuter tanpa terminal persinggahan di dalam kota agar lebih efisien. Menariknya, layanan ini direncanakan gratis bagi masyarakat. Cukup dengan menunjukkan KTP atau kartu uang elektronik, warga sudah bisa menikmati fasilitas transportasi yang nyaman,” ujar Akbar.
Unit kendaraan yang akan dioperasikan pun telah standar modern, dilengkapi dengan AC, alat keselamatan, pemantau GPS, dan terintegrasi dengan Command Centre ATCS Dishub Kabupaten Kotabaru.
Menurutnya meski melakukan modernisasi, pemerintah memastikan tidak ada pihak yang dirugikan. Pengusaha angkutan existing akan diberdayakan ke dalam sistem baru ini. Selain itu, proyeksi ini juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi putra daerah.
“Keberhasilan rute perintis Kotabaru-Sengayam di tahun 2025 menjadi pelecut semangat Dishub untuk mempercepat target. Rute yang semula dijadwalkan tahun 2027, kini ditarik maju ke tahun 2026,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa rute langsung Kotabaru-Sengayam akan dialihkan menjadi Kotabaru-Serongga sebagai pusat transit utama.
“Di Terminal Serongga inilah penumpang bisa berpindah moda menuju wilayah pedalaman seperti Hampang, Sungai Durian dan Sengayam,”ucapnya.
Begitu pula rute menuju Lontar dan Berangas akan menjadi pusat perpindahan moda menuju wilayah pedesaan seperti Tanjung Seloka, Tanjung Lalak, Tanjung Selayar, Sungai Limau, Bekambit, Sungai Buah dan Sejakah.
“Target kami adalah rasio konektivitas yang seimbang. Semua angkutan akan terintegrasi satu sama lain, sehingga mobilitas masyarakat Kotabaru jauh lebih mudah, murah, dan terukur,” ujarnya lagi.
Khairian Anshari menjelaskan selain fokus pada konektifitas moda transportasi darat Dinas Perhubungan Kabupaten Kotabaru juga fokus selalu mengupayakan penyeberangan perintis lintas Pulau Laut Timur – Pulausebuku dan angkutan laut menuju pulau sembilan agar dipertahankan.
“Rute tersebut tetap sebagai rute pelayaran perintis dan bersubsidi dari pemerintah pusat serta mendapatkan penambahan frekwensi pelayaran sehingga konektifitas wilayah Kabupaten Kotabaru semakin mudah untuk dijangkau,” pungkasnya.(nw)
Reporter : Rizal
