NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Menyikapi kasus bullying di salah satu sekolah di Banjarbaru, Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarbaru, dari Fraksi PKB, Ririk Sumari R angkat bicara.
Secara tegas ia mengatakan kasus bullying yang terjadi di sekolah harus menjadi perhatian besar,pasalanya kasus serupa tidak hanya terjadi kali ini.
“Tahun lalu juga ada kasus serupa bahkan sampai ada yang frustasi, tentu kami berharap ini menjadi perhatian besar bersama baik pemerintah, pihak sekolah dan juga kami di legislatif. Terkait kasus yang terjadi, saya sepakat dengan ibu wali kota bahwa mediasi harus dikedepankan,” ucapnya kepada newsway.co.id, Selasa (19/05/2025).

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan diskusi dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) Hj Erma Epiyana Hartati terkait hal tersebut.
“Saya sudah sampaikan kepada kepala DP3APMP2KB agar terus mengawal kasus tersebut dan mengedepankan penyelesaian melalui mediasi. Sebab ada psikologis anak yang harus dijaga, saya berharap pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Disdik dan pihak sekolah,” tegasnya.
Sementara itu Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby pekan lalu langsung bergerak cepat merespons mencuatnya dugaan kasus perundungan terhadap seorang siswa kelas 7 berinisial RZM di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di Kota Banjarbaru.
Pasalnya kasus yang semula menjadi persoalan di lingkungan sekolah itu kini berkembang menjadi perkara hukum yang melibatkan dua pihak keluarga.
“Ulun minta Kepala DP3APMP2KB Banjarbaru, Dinas Pendidikan, Kabag Hukum dan Tim Ahli bidang hukum agar segera membantu mediasi melalui Posbakum,” ujar Lisa,pada Kamis (14/05/2026).
Menurutnya, penyelesaian secara kekeluargaan perlu diutamakan mengingat kedua belah pihak sama-sama merupakan warga Banjarbaru.
“Fokus utama pemerintah daerah adalah memastikan hak dan masa depan anak tetap terlindungi di tengah persoalan yang terjadi. Apapun yang dilakukan orang tua harus mempertimbangkan psikologis dan kemajuan belajar anak. Jangan sampai permasalahan ini malah mengganggu perkembangan masing-masing anak ke depannya. Masih panjang perjalanan anak-anak menuju cita-citanya, jadi harus dipilih penyelesaian terbaik untuk mereka,” tegasnya.(nw)
