Kuatkan Identitas Kota Gastronomi, KEK Gandeng Komunitas Gelar Inovasi Soto Banjar

19 Mei 2026
Ketua Harian KEK Kota Banjarbaru, Narwantofoto bersama dengan sejumlah anggota Komunitas Permataseusai kegiatan. (Foto : Dok Pribadi Kahar KEK untuk newsway.co.,id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Langkah Kota banjarbaru dalam rangka menguatkan identitas sebagai  Gastronomi Kota Banjarbaru menuju kota kreatif terus dilakukan.

Salah satunya dengan rutinitas pertemuan rutin bulanan komunitas yang dikombinasikan dengan agenda inovasi kuliner berupa Mie Soto Banjar.

Ketua Harian Komite Ekonomi Kreatif Kota Banjarbaru, Narwanto mengatakan konsep setiap anggota komunitas bersama-sama mengembangkan gagasan Mie Soto Banjar sebagai bagian dari penguatan identitas gastronomi.

~ Advertisements ~

“Penyelenggara kegiatan ini adalah Paguyuban Pengrajin Roti dan Mie Banjarbaru (Permata) dengan mengundang unsur hexahelix, mulai dari komunitas, pelaku usaha, pemerintah, pengusaha hingga media. Pihak yang terlibat antara lain anggota Permata, Bogasari, Komite Ekonomi Kreatif Kota Banjarbaru, serta media pendukung publikasi. Total peserta yang hadir sekitar 15 orang,” terangnya Minggu, (17/05/ 2026)

,Narwanto juge memberkan selain bersamaan dengan agenda rutin bulanan paguyuban moment tersebut sekaligus dimanfaatkan sebagai ruang diskusi dan eksplorasi inovasi kuliner lokal.

“Lokasi kegiatan di Dapur Inovasi Soto Banjar Dandaman, Jalan Palam Raya (samping Alfamart) kota Banjarbaru,”ungkapnya.

Narwanto, juga menegaskan hadirnya kegiatan inovasi bersama ini, menjadi sinyal positif dari akar rumput yaitu komunitas menyambut arah pengembangan ekonomi kreatif melaui Gastronomi di kota Banjarbaru.

“Kegiatan semacam ini tidak boleh berhenti hanya sampai didalam lingkup komunitas, namun ada kegiatan lanjutan dengan berkolaborasi unsur hexahelix agar gaungnya bisa lebih luas,” tegasnya.

Menurutnya tema Soto Banjar dipilih karena kuliner khas tersebut dianggap memiliki nilai budaya yang kuat dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Banjar.

“Selain mempertahankan tradisi, Soto Banjar juga dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui berbagai inovasi produk kuliner,” tambnahnya.

Catur Rahardjo, Ketua paguyuban pengrajin Roti dan Mie Banjarbaru (Permata) mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mempertemukan para pelaku kuliner lintas sektor guna membangun ekosistem inovasi yang tetap berakar pada budaya lokal.

“Selain itu kami  juga ingin mengangkat ide Mie Soto Banjar sebagai inovasi  yang dikawal dari komunitas. Melalui proses diskusi dan eksplorasi bersama, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan menu alternatif baru yang dapat diterima masyarakat luas,” bebernya.

Selain itu, ia berharap forum kolaboratif yang dilaksanakan diharapkan menjadi wadah lahirnya ide kreatif baru, memperkuat jaringan antar komunitas, dan mendorong tumbuhnya inovasi kuliner lokal sebagai bagian dari kekuatan budaya dan gastronomi Kota Banjarbaru.

“Diharapkan Komite Ekonomi Kreatif, bisa melaksanakan kegiatan lanjutan agar inovasi mie soto banjar tidak hanya berhenti di dapur inovasi saja namun bisa dikenal dan diterima oleh Masyarakat. Terutama untuk menambah alternatif menu yang bisa diterima Masyarakat dan penikmat mie dan soto sehingga menjadi pilihan usaha oleh pelaku UMKM,”pungkasnya.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog