NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai upaya membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Gelaran pasar murah tersebut dilaksanakan selama dua hari yaitu Rabu-Kamis (10-11/06/2026) di kantor Dinas Ketahanan pangan jalan panglima Batur Kota Banjarbaru.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan, Ir Syamsir Rahman, MS, mengatakan sejumlah komoditas dijual dengan harga lebih rendah dibanding harga pasar berkat subsidi dari pemerintah daerah.

Beberapa bahan pokok yang mendapat potongan harga di antaranya gula pasir satu kilogram yang semula dijual sekitar Rp18.500 menjadi Rp15.000, telur ayam dari Rp25.000 menjadi Rp22.500, serta minyak goreng yang dipasarkan seharga Rp15.000 per liter.
Selain itu, terdapat komoditas lain yang juga mengalami penurunan harga, termasuk beras SPHP yang sebelumnya dijual Rp56.000 menjadi Rp55.000.

Menurut Syamsir Rahman, program ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat di tengah kondisi harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan.
“Gerakan pangan murah ini dilakukan secara rutin setiap bulan sesuai arahan Gubernur Kalimantan Selatan dan Ketua TP PKK. Hari ini pelaksanaannya juga bekerja sama dengan PKK untuk melayani masyarakat yang ingin membeli sembilan bahan pokok dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas seperti beras SPHP dari Bulog, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Seluruh potongan harga berasal dari subsidi yang diberikan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atas arahan Gubernur Kalimantan Selatan.
“Kegiatan ini atas arahan bapak Gubernur dan kami memberikan harga dibawah pasar dengan disubsidi oleh pemerintah. Kegiatan semacam ini kami lakukan setiap bulan sekali, semoga bisa meringankan beban masyarakat dan menekan infalsi,” jelas mantan Pj Bupati Tanah Laut itu.
Untuk memastikan pemerataan, panitia membatasi pembelian maksimal satu paket untuk setiap orang. Penambahan jumlah pembelian hanya diperbolehkan apabila masih terdapat stok setelah seluruh masyarakat yang hadir mendapatkan bagian.
Syamsir Rahman menambahkan, Gerakan Pangan Murah tidak hanya dilaksanakan di satu lokasi, tetapi secara bergilir di berbagai wilayah di Kalimantan Selatan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah setempat dan TP PKK.
“Pada pelaksanaan kali ini, kami menyiapkan stok sekitar setengah ton gula pasir dan 1.000 liter minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Selain menyediakan bahan pokok murah, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Berbagai produk olahan dan makanan ringan lokal turut dipasarkan dengan harga khusus, seperti snack dan camilan yang semula dijual Rp10.000 per kemasan menjadi Rp7.500 berkat subsidi dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
“Selain itu kami juga menggandeng UMKM untuk ikut terlibat dalam kegiatan ini, tentu produk mereka akhirnya bisa dipasarkan,” jelasnya.
Melalui Gerakan Pangan Murah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap daya beli masyarakat tetap terjaga, inflasi daerah dapat dikendalikan, serta pelaku UMKM lokal semakin berkembang.(nw)
