Kabupaten Banjar Kembangkan Wisata Susur Sungai Desa Pekauman Ulu

by
25 Juli 2026
Wisata Susur Sungai Desa Pekauman Ulu yang mulai banyak diminati. (foto: rsb)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA TIMUR – Satu potensi wisata yang coba dikembangkan Kabupaten Banjar adalah wisata Susur Sungai Desa Pekauman Ulu. Destinasi yang menawarkan pemandangan khas kehidupan masyarakat Banjar tepian sungai ini menjadi upaya membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat.

Wisata susur sungai menggunakan kapal wisata milik BUMDesma ini memberikan pengalaman bagi penikmat untuk mendapatkan kesan suasana kehidupan masyarakat di tepian Sungai Martapura sekaligus mengunjungi dua destinasi unggulan, yaitu Rumah Adat Banjar Teluk Selong dan Wisata Religi Syekh Abdul Hamid Abulung.

Untuk tarif, rute menuju Rumah Adat Banjar Teluk Selong dikenakan tarif Rp10.000 per orang, sedangkan rute menuju Wisata Religi Abulung Rp20.000 per orang. Kapal beroperasi setiap hari pukul 09.00–18.00 WITA dengan kapasitas maksimal 30 penumpang. Tarif tersebut sudah termasuk perjalanan pergi-pulang.

Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar membangun dermaga sebagai akses utama keberangkatan wisata, sementara kapal wisata dioperasikan melalui BUMDesma sebagai bagian dari penguatan usaha ekonomi desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banjar, HM Hafizh Anshari, mengatakan bahwa pengelolaan wisata melalui BUMDes dan BUMDesma merupakan salah satu langkah mengoptimalkan potensi desa agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

“Harapannya, wisata ini tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga mampu membuka lapangan usaha, meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat,” ujarnya kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar terus mendorong penguatan tata kelola destinasi melalui pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta pengembangan pariwisata berbasis kemitraan antara pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan pengelolaan destinasi yang profesional, berkelanjutan serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Ketua DPC Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kabupaten Banjar, M Ariyandra Abdullah, melihat wisata susur sungai memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi kreatif desa. Menurutnya, ketika jumlah wisatawan meningkat, berbagai subsektor ekonomi kreatif juga memiliki peluang berkembang.

“Yang ingin kita dorong bukan hanya ramainya pengunjung, tetapi juga tumbuhnya usaha masyarakat. Kuliner khas, kerajinan, fesyen lokal, fotografi, videografi, seni pertunjukan hingga promosi digital dapat berkembang bersama destinasi wisata ini,” katanya.

Dengan Kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMDesma, Pokdarwis, pelaku usaha, komunitas serta Masyarakat, Wisata Susur Sungai Pekauman Ulu diharapkan terus berkembang sebagai destinasi yang menarik sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar..(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog