NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Ribuan penari membawakan Tari Banyumas Megot secara serempak dan menjadikan tari massal kembali sebagai ikon utama penyelenggaraan tahun ketiga , dalam gelaran Banyumas Lengger Bicara 2026, Jumat (26/06/2026) sore di Purwokwerto, JawaTengah.
Penampilan dibagi dalam dua sesi dengan durasi masing-masing tujuh menit, meski tidak lagi memburu rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), antusiasme ribuan penari tetap menjadi daya tarik utama festival budaya tersebut.
Ketua Panitia Banyumas Lengger Bicara 2026, Satria Setyanugraha, mengatakan konsep tari massal tetap dipertahankan karena telah menjadi identitas acara.

Menurutnya, kebersamaan ribuan penari justru menjadi kekuatan utama Banyumas Lengger Bicara.
“Tahun ini kami kembali menghadirkan tari bersama atau flashmob dengan 5.000 penari. Meski tidak memecahkan rekor MURI, justru menari bersama inilah yang menjadi daya tarik utama dan sudah menjadi ikon acara Banyumas Lengger Bicara,” kata Bagus.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan perdana pada 2024 berhasil mencatatkan rekor MURI dengan melibatkan 10.000 penari di GOR Satria Purwokerto.
Sementara pada 2025, konsep acara berubah menjadi pertunjukan malam yang melibatkan 1.500 penari dengan dukungan tata lampu megah.
Bagus menilai perkembangan paling menggembirakan adalah meningkatnya keterlibatan generasi muda dalam seni Lengger Banyumasan. Anak-anak, pelajar, hingga mahasiswa kini semakin banyak yang belajar dan tampil membawakan tarian tradisional tersebut.
“Acara ini menjadi ruang untuk bereksplorasi bersama para penari, baik dari sanggar tari maupun pelaku seni tari di wilayah Banyumas Raya,” ujarnya.
Peserta tahun ini tidak hanya berasal dari Kabupaten Banyumas, tetapi juga diikuti sanggar tari dari Purbalingga, Cilacap, dan Banjarnegara.
Menurut Bagus, Banyumas Lengger Bicara menjadi wadah memperkenalkan kesenian tlatah Panginyongan agar semakin dikenal hingga tingkat dunia dan tidak tergerus budaya asing,namun ia berharap Banyumas Lengger Bicara semakin dikenal luas hingga ke tingkat internasional.
“Bangga ada Banyumas Lengger Bicara, karena bisa mengenalkan Lengger kepada masyarakat luas dan semoga bisa sampai ke masyarakat internasional,” pungkasnya.(nw)
Reporter : Suho
