NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Mal Pelayanan Publik atau MPP Kota Banjarbaru mengajukan permohonan kepada PLN agar tidak melakukan pemadaman listrik bergilir pada jam pelayanan.
Hal ini untuk mengantisipasi gangguan terhadap 33 tenant layanan yang beroperasi di dalamnya, hal tersebut disampaikan Kepala DPMPTSP Banjarbaru, Bambang Supriyanto Rabu 29 Juli 2026 lalu.
“Hingga saat ini MPP Banjarbaru belum pernah mengalami pemadaman bergilir, semoga saja tidak kena giliran, pasalnya kalai kena pelayanan akan lumpuh total,” ujarnya.
Bambang menjelaskan, pada Selasa 28 Juli 2026 petugas PLN sempat datang ke MPP untuk meninjau genset. Kedatangan itu terkait rencana pemadaman.
“Kebetulan kami sedang rapat jadi ditemui oleh salah satu staf MPP ditanyakan tujuannya apa terkait dengan rencana pemadaman, lalu menanyakan meninjau genset kami,” jelasnya.
Menindaklanjuti hal itu, Bambang mengaku sudah menyurati pihak PLN secara resmi.
“Saya tindak lanjuti dengan menyurati pihak PLN untuk meminta agar apabila ada pemadaman untuk tidak dipadamkan di MPP di jam pelayanan dari jam delapan sampai dengan jam lima,” katanya.
Bambang menyebut jika pemadaman terjadi di jam pelayanan, maka pelayanan di MPP akan terdampak. Pasalnya, kapasitas listrik MPP sebesar 105 ribu, sementara genset yang dimiliki hanya 50 ribu.
“Memang akan terdampak karena genset kami tidak bisa meng-handle semua di MPP ini kapasitas itu seratus lima ribu sedangkan genset kami itu hanya lima puluh ribu,” ujarnya.
“Yang bisa di-handle paling lampu dan sebagian komputer nyala. Tapi kalau semua komputer nyala kemudian AC-nya enggak bisa. Jadi akan terjadi penghentian sebagian pelayanan akan terhenti atau mungkin seluruhnya,” tambahnya.
Bambang membeberkan saat ini terdapat 33 tenant yang memberikan pelayanan kepada masyarakat di MPP Banjarbaru, jika listrik padam menurut Bamabang aktivitas terhenti.
“Kami berharap PLN dapat memahami kondisi tersebut dan melakukan pemadaman di luar jam pelayanan, seperti malam hari atau hari libur. Silakan pemadaman apabila di luar jam pelayanan,” pintanya.
Bambang juga sempat memohon maaf lebih dulu jika sewaktu-waktu terjadi pemadaman dari PLN.
“Kepada warga apabila terjadi pemadaman ya kami mohon maaf karena itu di luar kemampuan kami dan di luar kewenangan kami apabila terjadi pemadaman oleh PLN,” pungkasnya.(nw)
