NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Jalan Gubernur Syarkawi KM 17 pada Senin (21/09/2026) sore, yang mengakibatkan sekitar lima hektare lahan tersebut terbakar.
Upaya pemadaman yang dilakukan oleh petugas gabungan dari Polda Kalsel, Brimob, Polres Banjar dan sejumlah relawan dipimpin langsung oleh Kapolda Kalsel, Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan yang didampingi Wakapolda Brigjen Pol Noviar, S.I.K. hingga sekitar pukul 22.30 Wita.
Kapolda Kalsel di lokasi kejadian mengatakan bahwa medan cukup rumit karena posisi pemadaman malam hari dan suplai air juga cukup kesulitan.
“Petugas gabungan sudah berusaha memadamkan api yang suhu panasnya mencapi 350 hingga 540 derajad. Namun karena medan masuk ke dalam hutan yang dipenuhi pohon petugas agak kesulitan hingga api kadang muncul dan membesar lagi,” ucapnya.
Kapolda juga mengatakan proses pemadaman juga menggunakan cairan Surfaktan yang memberikan hasil cukup baik di daerah yang berhasil di jangkau penyiraman.
“Karenan medan masih sulit, petugas belum menggunakan sistem injeksi air, padahal lahan gambutnya dalam. Kita upayakan malam ini (malam tadi_red) semaksimal mungkin api bisa kita minimalisir, baru besok kita lakukan pemadaman secara masif,” ujarnya.
Saat proses pemadaman, Kapolda juga menurunkan drone thermal untuk melakukan pemetaan dan melihat suhu panas yang terjadi di lokasi kebakaran.
“Kami juga turunkan drone thermal jadi bisa melihat secara keseluruhan, kalau tida dilihat dari kamera drone hampir semua lahan kondisinya merah. Semoga dengan upaya ini yang juga dibantu para relawan dari Banjarbaru dan Banjarmasin, api bisa dilokalisir,” tegasnya lagi.
Dari pantauan langsung newsway.co.id di lapangan sekitar pukul 23. 30 Wita para petugas masih melakukan pemadaman pasalnya api sering mincul tiba-tiba di titik-titik yang berbeda.(nw)
