NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Perombakan Kabinet kembali dilakukan oleh Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby yangNEWSWAY.CO.ID dihelat di Aula Gawi Sabarataan, Selasa (4/8/2026).
Dalam kesempatan itu secara tegas Lisa berpesan kepada pejabat yang dilantik untuk segera melakukan penyesuaian pada organisasinya masing-masing, pesan itu disampaikan Lisa usai pelantikan sebanyak 91 pejabat yang terdiri dari eselon II, eselon III dan eselon IV.
“Pelantikan ini sebagai rotasi dan penyegaran, yang jelas untuk pejabat yang baru dilantik segera menyesuaikan diri pada organisasinya masing-masing sesuai dengan jabatannya,” katanya seusai pelantikan.
Lisa juga menekankan kepada pejabat yang dilantik untuk tetap mengedepankan integritas dan mampu menyelesaikan permasalahan di masyarakat.
“Perlu diketahui, pelantikan kali ini menerapkan sistem manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN). Karena untuk sistem manajemen talenta ini kita mengikuti aturan dan akan kita proses selanjutnya,” tambahnya.
Pada pelantikan tersebut ada tujuh pejabat eselon II yang dimutasi, Asisten II, Sri Lailana dilantik sebagai Kepala BPPRD Banjarbaru, Asisten III, Kanafi yang dipercaya menjabat Kepala DPMPTSP Banjarbaru, menggantikan Bambang Supriyanto yang dimutasi sebagai Asisten III.
Kemudian Kemas A Rudi Indrajaya turut dimutasi menjadi Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum menggantikan Marhain Rahman yang digeser menjadi Asisten II.
Pergeseran juga terjadi pada dua kepala SKPD yaitu Kepala Disperkim, Abdussamad digeser menjadi Staf Ahli Bidang Pemerintahan Pembangunan dan Kemasyarakatan, sedangkan Muhammad Mirhansyah yang sebelumnya Kepala Dishub, dimutasi menjadi Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan.
Denngan adanya pergeseran dua kepala Dinas terdapat empat jabatan kosong di SKPD yaitu Kepala Dinas Kesehatan, Kepala DKP3 yang ditinggal pensiun Disperkim dan Dishub setelah dimutasi, meski demikian, Lisa memastikan kekosongan tadi akan segera diisi.
“Nanti akan diproses oleh BKPSDM,” cetusnya.
Terpisah Kepala BKPSDM Banjarbaru, Slamet Riyadi menambahkan, ada satu pejabat eselon II yang dilantik secara virtual yakni Bambang Supriyanto, karena yang bersangkutan tengah berada di luar kota.
“Yang bersangkutan sedang tugas dinas luar daerah, jadi dilakukan pelantikan secara virtual,” ucapnya.
Selain tujuh pejabat eselon II pelantikan juga dilakukan kepada 17 pejabat eselon III dan 67 pejabat eselon IV.
Slamet menerangkan, sistem manajemen talenta ASN akan diterapkan untuk mengisi jabatan yang kosong sesuai dengan box masing-masing.
“Jadi yang bisa dipromosikan adalah mereka yang ada di box tujuh sampai sembilan untuk dipromosikan. Kedepan tidak ada lelang lagi, kita sudah pakai manajemen talenta dengan pengukuran uji kompetensi siapa yang akan menduduki jabatan tersebut,” pungkasnya.(nw)
