NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Sebanyak 88,1 persen alat ukur Gerakan Tera Ulang Antisipasi Stunting (Gelang Anting Manis) dinyatakan akurat. Sementara itu, 11,9 persen sisa satuan belum diketahui atau tidak akurat.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Banjar Akhmad Bayhaqie saat Expose Hasil Gerakan Tera Ulang Antisipasi Stunting (Gelang Anting Manis), di Aula kantornya, Kamis (20/8/2026) pagi.
Program kerjasama dengan Dinas Kesehatan yang telah berjalan sejak tahun 2022 ini bertujuan memastikan akurasi alat ukur anak di seluruh Puskesmas dan Posyandu.
Turut hadir dalam kegiatan, Sekretaris DKUMPP Banjar Linda Yuniarti, Kabid Kemetrologian dan Bina Usaha Hendra Mahyudi, Kasi Pelayanan Tera, Tera Ulang dan Pengawasan Titin Hartati serta sejumlah undangan.
Kepala DKUMPP Banjar Akhmad Bayhaqie mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan angka stunting mengamanatkan agar setiap kabupaten/kota dan organisasi perangkat daerah saling bersinergi dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.
“Mengingat penggunaan alat ukur dan timbang yang akurat memiliki peranan penting dalam penguatan dan kepercayaan publik terhadap kinerja perdagangan, kesehatan dan keselamatan,” paparnya.
Dijelaskan Bayhaqie , dari pelaksanaan tera ulang terhadap 1.232 unit alat ukur, ditemukan sebanyak 88,1 persen alat ukur dinyatakan akurat. Sementara itu, 11,9 persen sisa satuan belum diketahui atau tidak akurat.
“Bagi satuan alat ukur yang belum akurat, kami menyediakan layanan peneraan ulang secara gratis di Unit Layanan Metrologi DKUMPP,” katanya.
Bayhaqie menuturkan, langkah ini penting untuk memastikan data tumbuh kembang anak tidak salah dalam upaya pencegahan stunting. Ke depan, ia mengimbau seluruh kader dan petugas kesehatan agar selalu merawat alat ukur serta menerapkan tata cara pengukuran yang benar sesuai standar aturan.
“Selain timbangan bayi dan anak di Puskesmas, DKUMPP juga merencanakan perluasan tera ulang ke alat ukur tinggi badan serta peralatan antropometri lainnya,” ucapnya.
Pada akhir kegiatan, Bayhaqie juga memberikan piagam penghargaan kepada Dinas Kesehatan dan seluruh Puskesmas se Kabupaten Banjar atas partisipasi dan peran aktifnya dalam program Gelang Anting manis 2026.(nw)
