NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU– Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali bersama Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops), Komjen Fadil Imrandan, Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin meninjau sejumlah kebakaran hutan dan Lahan (karhutla) di Guntung Damar, Kota Banjarbaru, Sabtu (22/8/2026).
Seusai melakukan peninjaun Muhammad Ali kepada sejumlah media mengatakan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan tidak terlalu parah dan tidak seviral di media sosial.
“Ini baru saja kita meninjau langsung ke titik api yang berada di daerah Guntung Damar bersama Pak Gubernur, bersama, Astamaops Polri serta seluruh Forkopimda, kita melihat langsung bagaimana anggota secara gabungan dari BPBD, BNPB, kemudian dari Basarnas, dari TNI Polri melaksanakan pemadaman,” ujarnya.
Ia menjelaskan, angin laut yang bertiup membuat asap cepat hilang. “Alhamdulillah di Kalimantan Selatan ini tidak terlalu parah dan anginnya pun angin laut jadi asap cepat sekali, sebentar saja,” katanya.
KSAL juga menanggapi informasi viral di media sosial yang menyebut “Kalimantan memerah”, namun setelah meninjau langsung, ia memastikan kondisi tidak separah itu.
“Mungkin setelah melihat langsung ini, kita lihat sendiri tidak terlalu parah. Jadi memang dua hari yang lalu kalau enggak salah sempat di media tapi ternyata setelah kita datang ke sini tidak separah apa yang kita lihat di medsos,” tegasnya.
KSAL juga memastikan memastikan pemerintah pusat telah mengirim bantuan untuk penanganan karhutla di Kalsel. Bantuan tersebut berupa pesawat udara, helikopter, serta personel tambahan.
“Pemerintah pusat pasti membantu. Ini sudah ada beberapa pesawat udara dan helikopter sudah dikirim ke sini kemudian juga pasukan juga dari BNPB. BNPB pusat pun datang,” jelasnya.
Ia menyebut penanganan berjalan baik berkat kerja sama semua pihak.
“Alhamdulillah karena ini semua berkat kerjasama yang baik tentunya di bawah pimpinan dan seluruh,” tambahnya.
Sementara itu Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops), Komjen Fadil Imrandan yang mendampingi KSAL meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan, memastikan penanganan karhutla berjalan optimal dan tidak berdampak luas.
Ia menegaskan ada tiga fokus utama dalam penanganan karhutla di Kalsel yaitu Penegakan Hukum, Pencegahan, dan Pemadaman.
“Penegakan hukum dan pencegahan serta wilayah pemadaman,” ujar Kapolri Fadil Imran kepada awak media.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga wilayah masing-masing agar api tidak meluas.
“Menjaga lahannya masing-masing karena keberhasilan ini bisa terwujud manakala antara pemerintah bersama segenap komponen masyarakat sama-sama,” jelasnya.
Ia menegaskan peninjauan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi di lapangan, mulai dari upaya pemadaman, pencegahan pembakaran lahan, hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.
“Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melapor jika melihat titik api di wilayahnya,”ucapnya.
Di sisi lain, Gubernur Kalsel HMuhidin juga menyampaikan kondisi kebakaran di wilayahnya tidak terlalu meluas. Ia menyebut titik api hanya berada di pinggiran.
“Alhamdulillah hari ini kita kedatangan dari petinggi Polri dan petinggi TNI Angkatan Laut, kita meninjau bersama-sama ke tadi ternyata di pinggiran saja. Ini pun enggak ada hari ini,” ujar Gubernur.
Ia meminta masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan.
“Jadi kami minta kepada masyarakat jangan membakar lahan, tegasnya.
Gubernur berharap kondisi tetap kondusif dan asap tidak kembali pekat, pasalnya para petugas gabungan terus melakukan pemadaman titik api yang masih menyala.
“Mudah-mudahan asap semakin berkurang dan kondisi kembali normal,” pungkasnya.(nw)
