NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Tim Gabungan Evakuasi korban KM Virgo Transport 8 melalui jalur udara terus dilakukan dari perairan Kalimantan Selatan, berkat kegigihan tim akhirnya Helikopter Basarnas HR-3601 menyelesaikan dua sorti penerbangan dan membawa tujuh jenazah ke Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru , Rabu (23/9/2026).
Sorti pertama membawa tiga jenazah, helikopter kemudian kembali ke lokasi dan mendarat pada sorti kedua sekitar pukul 18.45 Wita dengan membawa empat jenazah tambahan.
Kapten Pilot Helikopter Basarnas HR-3601, Kapten Laut (P) M. Dimas Andromeda, mengatakan seluruh penerbangan berjalan aman tanpa kendala berarti.
“Kendala tidak ada, semuanya berjalan dengan aman, lancar, gelombang mendukung kita. Semuanya aman. Kami menerapkan metode dua kali landing (sorti),” ujar Dimas usai merampungkan pendaratan sorti kedua.
Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, mengatakan tujuh jenazah tersebut telah berhasil dievakuasi dari lokasi kapal ke daratan.
“Kita update tanggal 23 September pukul 18.45 Wita, sorti kedua Helikopter HR-3601 mendarat membawa 4 jenazah, sorti pertama kita sudah membawa juga 3 jenazah, jadi total hari ini yang berhasil kita evakuasi dari kapal sejumlah 7 jenazah,” ujarnya.
Menurutnya, tim penyelam sebelumnya melaporkan telah menemukan sembilan korban di dalam bangkai kapal. Namun, dua jenazah belum dapat dibawa ke daratan karena keterbatasan waktu dan kondisi penerbangan yang sudah memasuki malam.
“Sebenarnya laporan terakhir ditemukan sembilan korban, namun karena keterbatasan waktu, sudah malam, dan jarak pandang terbatas, evakuasi dari kapal ke daratan Lanud Sjamsudin Noor kita pending sampai besok,” jelasnya.
Hilman menegaskan, keputusan menunda evakuasi dua jenazah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan standar keselamatan penerbangan SAR udara, terutama karena operasi berlangsung di atas perairan dalam kondisi gelap.
Evakuasi dua jenazah tersisa dijadwalkan dilanjutkan hari ini Kamis (24/9/2026), Tim SAR juga akan kembali melakukan penyisiran di area bangkai kapal dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan gelombang laut.
Setibanya di Lanud Sjamsudin Noor, tujuh jenazah selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).(nw)
