Ada Kejanggalan Dalam Proyek Pengadaan Seragam Satlinmas Kabupaten Banjar

by
6 September 2024
Bupati Banjar H Saidi Mansyur menyerahkan secara aimbolis seragam Satlinmas beberapa waktu lalu. (Foto : Doc/newsway.id)

NEWSWAY.ID, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar menggelontorkan dana sebesar Rp 5,1 miliar untuk 2.950 set Pakaian Dinas Lapangan (PDL) terdiri dari; baju, celana, topi, dua ikat pinggang, sepatu, pentungan, dan rompi bagi anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dari dari Satuan Polisi Pangong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banjar.

Kepala Bidang (Kabid) Linmas pada Satpol PP Kabupaten Banjar, Yudi Hartana saat dikonfirmasi ternyata sedang tidak ditempat.

“Beliau tidak dikantor, sedang Diklat,” terang salah seorang anggota Satpol PP yang ditemui.

Perlengkapan itu diperuntukan bagia Linmas yang nabtinya akakn bertugas pada pelaksaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di Kabupaten Banjar.

Dari proyek pengadaan itu ternyata tercium dugaan korupsi pengadaan seragam PDL, padahan secara seremonial penyerahan perlengkapan itu sudah dilakukan bersamaan apel Gelar Pasukan Satlinmas se-Kabupaten Banjar, 7 Agustus 2024 di RTH Ratu Zalecha Martapura.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, kuanlitas set PDL yang dipesan melalui CV Jodion Unggul Perkasa sebagai pihak ketiga penyedia barang tidak sesuai.

Menurut data packing list perusahaan yang berlamat di Sleman, Yogyakarta, PDL siap kirim sebanyak 2.681 set.

Ternyata jumlahnya kurang 269 set mengacu pada  Surat Pesanan (SP) Nomor: 01/PPK_KATALOG-PAKAIAN/2024 tanggal 25 April 2024 sebanyak 2.950 set dengan harga Rp1.744.000 per setnya.

Karena tidak sesuai dari jumlah yang dipesan maka berimbaa pada jumlah yang dibagikan tiap desa atau kelurahan menjadi tidak sama sebab direncanakan, satu desa atau kelurahan akan menerima 10 set seragam PDL.

Salah satunya di Kecamatan Paramasan dari empat desa yang ada di sana, satu desa hanya menrima 8 set PDL.

Ternyata hal itu juga terjadi di wilayah Kecamatan Aluh-aluh, sebanyak 19 desa, mayoritas menerima tak sampai 10 set seragam PDL tersebut.

Dati sumber terpercaya yang enggan diaebut namanya menjelaskan ada satu Desa menerima 11 set aeragam PDL mengacunpada lyas wilayah dan RT di desa tersebut.

“Tetapi daerah yang lain hanya menerima 6 sampai 7 set PDL Linamas,” ucapnya pada Jumat (6/9/2024).

Kejadian di lapangan tersebut menguatkan adanya dugaan kongkalikong dalam pengadaan seragam Satlinmas.

Kalau mengacu pada SP, pada poin tiga syarat ketentuan, alamat pengiriman tertulis Jalan Pangeran Hidayatullah No.5, Martapura yang merupakan Kantor Satpol PP Kabupaten Banjar.

Anehnya lagi, dari indormasi yang didapat bahwa barang tersebut diterima dan disimpan di Banjarbaru.

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)