NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Puluhan mahasiswa dari gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kalsel melakukan aksi demontrasi di gedung kantor gubernur Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Rabu (30/09/2026).
Ada 12 tuntutan yang disampaikan dalam aksi yang dikomnadoi jendral lapangan, Muhammad Arifin dan Koordinator lapangan Munawir tersebut.
“Ada 12 tuntutan yang kami bawa dan kami ingin meminta para pemangku kebijakan yang terkait dengan tuntutan ini bisa tandatangan,”jelasnya kepada sejumlah media.
Dua belas tuntutan tersebut diantaranya meminta Karhutla di Kalsel dijadikan status bencana nasional, kepastian kapan akan berakhir pemadaman bergilir PLN, Persoalan penyedian ier bersih dariPTAM Bandarmasih serta sejumlah tuntutan lain.
“Kami juga menuntut agar penuntasan persoalan ketersedian BBM terutama solar dan libas habis mafia solar,” tegasnya.

Sementara itu Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) yang kesempatan itu diwakili Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel, M. Syarifuddin, mengapresiasi masukan dan kritik yang disampaikan para mahasiswa terkait penanganan karhutla di Kalsel.
“Kita mengapresiasi apa yang disampaikan para mahasiswa dan kita juga berterima kasih atas kritik yang disampaikan,” ujar M. Syarifuddin, Banjarbaru, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, Pemprov Kalsel terus berupaya melakukan berbagai langkah untuk menangani bencana karhutla. Ia menyebut, kondisi tersebut merupakan bencana yang dipengaruhi faktor alam sehingga membutuhkan penanganan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
“Tapi yang jelas Pemprov selalu berusaha. Kita tahu ini adalah suatu bencana dan ini bukan dari manusia, tetapi dari alam,” katanya.
Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah, lanjutnya, yakni melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Upaya tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan curah hujan di wilayah yang membutuhkan pembasahan.
M. Syarifuddin mengatakan, hujan yang turun pada hari ini menjadi salah satu dampak positif dari pelaksanaan OMC yang telah dilakukan.
“Alhamdulillah, hari ini turun hujan berkat dilakukan OMC. Mudah-mudahan ke depan OMC ini bisa lebih kita tingkatkan lagi, sehingga hujan yang lebat bisa turun dan kawasan ini bisa teratasi dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, terkait upaya pembasahan dan pemadaman di lapangan, ia memastikan jajaran pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus berada di lokasi untuk melakukan penanganan.
“Kita selalu di lokasi, selalu melakukan pembasahan-pembasahan dan juga kita melakukan dengan berbagai cara,” jelasnya.
Ia menambahkan, salah satu metode yang digunakan dalam penanganan karhutla memberikan dampak yang cukup baik terhadap upaya pemadaman dan pembasahan kawasan terdampak.
“Dengan menggunakan kegiatan tersebut, Alhamdulillah dampaknya sangat baik sekali,” katanya.
M. Syarifuddin menegaskan, pemerintah akan terus mengerahkan seluruh sumber daya manusia (SDM) yang tersedia untuk mendukung penanganan karhutla.
“Betul, kita akan mengupayakan semua SDM,” pungkasnya.
Untuk diketahui dalam aksi tersebut hadir sejumlah pejabat yang berkepentingan sepertei perwakilan PT PLN, Dirut PT AM Bandarmasih, Sekda Kalsel, Karo Ops Polda Kalsel, Kepala BPBD,Kapolres Banjarbaru, Dansat Brimob dan sejumlah pejabat lain termasuk tenaga ahli gubernur.
Dalam rangka pengamanan, Polda Kalsel menurunkan ratusan personil baik dari Polres Banjarbaru,Polres Banjar, Polresta Banjarmasin,Polda Kalsel dan Sat Brimob.(nw)
