Analisis BPS Banjar Ungkap; Perpaduan CCTV dan Google Trends, Perkirakan Jemaah 5 Rajab Sekumpul Capai Jutaan

20 Januari 2026
Ribuan jemaah yang menghadiri momen 5 rajab di Sekumpul Martapura. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Ada fakta baru peringatan 5 Rajab di Sekumpul beberapa waktu lalu. Berdasarkan kajian statistik yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjar, jumlah jemaah yang hadir pada momen tersebut diperkirakan mencapai jutaan orang. Sebelumnya, perkiraan jamaah diperkirakan banyak pihak hanya mencapai sekitar 500 ribuan.

Perkiraan jumlah jemaah Sekumpul menyentuh angka jutaan ini diperoleh melalui pendekatan analisis berbasis data yang mengombinasikan rekaman kamera pengawas (CCTV) dan pemantauan aktivitas digital melalui Google Trends. Metode ini digunakan untuk membaca kepadatan massa serta pola kedatangan jemaah selama pelaksanaan kegiatan pada (28/12/2025) lalu.

Statistisi BPS Kabupaten Banjar, Ahmad Fajar Novianto, menjelaskan bahwa terdapat puluhan titik CCTV yang dijadikan sampel pengamatan, kemudian datanya dipadukan dengan tren pencarian daring yang berkaitan dengan Sekumpul dan peringatan 5 Rajab.

“Pendekatan ini kami gunakan untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif, tidak hanya dari satu sumber data,” ujarnya saat ditemui di Kantor BPS Kabupaten Banjar, Selasa (20/01/2026).

~ Advertisements ~

Dalam kajian tersebut, BPS menyusun beberapa skema perhitungan. Pada skenario pertama yang hanya mencakup area inti Sekumpul, estimasi jumlah jemaah pada waktu puncak berada di kisaran lebih dari satu juta orang.

Ketika cakupan wilayah diperluas ke sejumlah titik penyangga seperti Banjarbaru, kawasan Murjani, hingga Sungai Ulin, angka kehadiran diperkirakan meningkat hingga menembus angka tiga jutaan.

Sementara itu pada skenario terluas yang mencakup wilayah Martapura Timur, Astambul, dan sekitarnya, estimasi jumlah jemaah berada pada kisaran hampir lima juta orang. Angka ini dinilai sejalan dengan data pergerakan jemaah yang sebelumnya dirilis oleh pihak kepolisian.

Fajar menegaskan, hasil kajian tersebut bersifat estimasi statistik, bukan angka absolut. Ia mengakui terdapat sejumlah keterbatasan, terutama dalam menentukan batas wilayah pengamatan serta potensi bias dari metode berbasis data seluler.

“Tidak semua jemaah berada di satu titik yang sama, dan dalam metode digital juga ada kemungkinan satu orang tercatat lebih dari sekali karena memiliki lebih dari satu perangkat,” jelasnya.

BPS Kabupaten Banjar menilai kajian ini sebagai upaya ilmiah untuk memberikan gambaran skala besar pelaksanaan 5 Rajab di Sekumpul, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi perencanaan kegiatan keagamaan berskala massal di masa mendatang.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog