Antara Kepercayaan dan Fakta : Fenomena Botol Air Merah Tradisi Warga Kalimantan Selatan Ditemukan di Bali

2 November 2025
Terlihat botol berisi air warna merah di depan pekarangan rumah warga di Bali (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BALI – Pernahkah Anda melihat botol berisi air berwarna merah diletakkan di depan rumah, di halaman, atau di sudut jalan? Sekilas tampak sepele, namun ternyata benda sederhana itu menyimpan cerita menarik yang kini menyebar lintas pulau dari Kalimantan Selatan hingga ke Bali.

Di Kalimantan Selatan, kebiasaan menaruh botol air berwarna merah sudah dikenal sejak lama. Warga percaya, botol itu mampu mengusir hewan seperti kucing agar tidak buang air sembarangan di sekitar rumah.

Menurut mitos yang berkembang, pantulan cahaya merah dari botol membuat hewan merasa risih dan enggan mendekat.

Namun, efektivitasnya masih menjadi tanda tanya. Herdiandi Tandi Salla Dakator, salah satu warga di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan mengaku pernah menemukan kebiasaan itu di sekitaran rumah kontrakannya.

“Selama ini sih pernah dicoba oleh warga sekitar, tapi tetap saja kucing buang kotoran sembarangan. Nggak ada pengaruhnya. Kayaknya cuma mitos saja,” ucapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (1/11/2025).

Menariknya, kebiasaan serupa kini juga mulai muncul di Bali. Dalam sebulan terakhir, warga di beberapa kawasan tampak menaruh botol berisi air merah di pelataran rumah mereka. Bedanya, kali ini diyakini bukan untuk mengusir kucing, melainkan anjing yang kerap buang kotoran di halaman rumah.

Hal ini disampaikan oleh Bli Widi, pemandu wisata lokal di Bali saat ditanya oleh tim Newsway.co.id di Lapangan.

“Sekarang makin banyak yang pasang botol air merah. Katanya biar anjing tidak buang kotoran di depan rumah. Tapi ini lebih ke kepercayaan, belum ada bukti ilmiah yang mendukung,” ujarnya.

Menurutnya, kebiasaan ini mulai populer sekitar sebulan terakhir dirinya menemukan banyaknya botol berisi air warna merah di depan rumah warga.

“Mungkin ada yang merasa berhasil, makanya diikuti warga lain. Tapi saya sendiri belum tahu apakah benar-benar efektif atau tidak,” tuturnya.

Hingga kini, belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa pantulan cahaya merah dapat memengaruhi perilaku hewan. Namun bagi sebagian masyarakat, kepercayaan turun-temurun itu tetap dijaga sebagai bagian dari tradisi lokal yang unik.

Fenomena botol air merah ini menunjukkan bagaimana kearifan lokal dan mitos bisa menyebar antar daerah, bahkan lintas budaya. Entah benar-benar ampuh atau tidak, setidaknya tradisi ini menambah warna dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia dari Kalsel hingga Bali. (nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog