Antisipasi Puncak Kemarau, Pemkab Kotabaru Perkuat Pasokan Air Baku dan Gandeng CSR Distribusikan Air Bersih

by
8 Oktober 2026
Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru H. Eka Saprudin

NEWSWAY.CO.ID, KOTABARU – Pemerintah Kabupaten Kotabaru memperketat langkah mitigasi dalam menghadapi puncak musim kemarau. Langkah strategis ini dilakukan dengan memastikan keandalan pasokan sumber air baku serta mengawal kelancaran distribusi air bersih agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi hingga akhir bulan, meski sejumlah wilayah mulai terdampak kekeringan.

Bupati Kotabaru H. Muhammad Rusli, melalui Sekretaris Daerah H. Eka Saprudin, menyampaikan bahwa kesiapan sarana maupun prasarana pendukung telah dimatangkan melalui rapat koordinasi lintas sektor. Fokus prioritas pemerintah saat ini berpusat pada penjaminan pasokan air baku di titik-titik krusial.

“Langkah utama kami adalah mengamankan ketersediaan sumber air baku. Mengenai sarana dan prasarana distribusi, pada prinsipnya seluruh armada dan peralatan sudah siap. Kita berharap pasokan air yang ada mampu memenuhi kebutuhan warga hingga akhir bulan,” ungkap Sekda Eka Saprudin, Rabu (7/10/2026).

Sekda menambahkan, jika musim kemarau berlangsung lebih panjang dari prediksi, Pemkab telah menyiapkan langkah antisipasi dengan memetakan titik-titik sumber air baru yang berpotensi menyuplai kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, hampir seluruh wilayah Kotabaru terdampak kemarau, namun kawasan perkotaan menjadi yang paling rawan karena tingginya kepadatan penduduk dan kebutuhan air. Wilayah yang masuk kategori rawan antara lain Pulau Laut Utara, Pulau Laut Sigam, Pulau Laut Tengah, Kelumpang Hilir, dan Pamukan.

“Hampir seluruh kecamatan terdampak, namun area perkotaan menduduki tingkat kerawanan tertinggi karena volume kebutuhan air warga sangat besar. Oleh sebab itu, intervensi dan tindakan cepat dipusatkan di titik-titik tersebut,” tegasnya.

Untuk memastikan distribusi air bersih berjalan lancar, Pemkab mengedepankan skema kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah daerah, pihak swasta melalui program CSR, perbankan, BUMD, serta unsur terkait lainnya.

Dukungan anggaran disiapkan secara terpadu, termasuk biaya operasional dan transportasi distribusi air yang kini menghadapi tantangan akibat fluktuasi harga dan antrean BBM.

“Distribusi air ini melibatkan banyak pihak. Untuk pembiayaan operasional, kami mengharapkan dukungan CSR, mitra swasta, dan APBD, terutama untuk biaya transportasi,” jelas Eka Saprudin.

Mengakhiri keterangannya, Sekda menginstruksikan para camat dan kepala desa untuk menggerakkan warga dalam menjaga kelestarian ekosistem air lokal serta memelopori upaya mitigasi di tingkat desa.

“Mari kita jaga bersama kebersihan dan kelestarian sumber air yang ada. Upayakan pencarian sumur-sumur baru serta optimalisasi mata air di sekitar lingkungan. Selain itu, gunakan air secara bijak dan pastikan kualitas air yang dikonsumsi aman bagi kesehatan. Harapan kita bersama, kemarau ini segera berlalu tanpa menimbulkan dampak signifikan bagi warga Kotabaru,” pungkasnya.(nw)

Reporter: Rizal

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog