NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Pasca kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Rumah Sakit Sambang Lihum beberapa waktu lalu, pada Kamis malam (1/10/2026) Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan didampingi Wakapolda Brigjen Pol Noviar SIK dan sejumlah PJU Polda Kalsel melakukan peninjauan.
“Malam ini (Kamis malam_Red) kita sengaja melihat kondisi di Sambang Lihum, ternyata masih perlu dilakukan pemadaman dan pembasahan. Sebab asap masih kerap muncul dari bawah,” jelasnya seusai peninjauan lokasi.
Kapolda mengatakan kalau hari ini (Jumat_red) petugas dari Brimob dan relawan akan mulai melakukan penyisiran api yang masih menyala di kawasan tersebut, untuk memudahkan akses air, Kapolda mengatakan pihaknya akan memasang bioflok diarea tersebut.
“RSJ Sambang Lihum ini salah satu obyek fital yang harus segera diselesaikan soal karhutlanya agar para pasien tidak terganggu,” tegasnya.
Kapolda juga menyampaikan kondisi di sekitar rumah sakit cukup memprihatinkan. Asap pekat masih menyelimuti area rumah sakit dan dikhawatirkan mengganggu kesehatan pasien.
“Ya tadi kita lihat ya asapnya masih banyak di sana. Itu mengganggu pasien yang ada di Rumah Sakit Sambang Lihum dan kita khawatirkan nanti para pasiennya juga akan menderita ISPA di sana,” tegasnya.
Untuk penanganan, Polda Kalsel telah berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel dan tim akan melakukan pemadaman dengan menggunakan cairan khusus racikan Polda Kalsel.
“Rencananya akan kerja sama dengan Ibu Kepala Dinas Kehutanan kita akan berikan bantuan nanti untuk pemadaman di Sambang Lihum dengan menggunakan cairan surfaktan yang ada di kita,” ungkapnya.
Teknik tersebut sebelumnya telah terbukti efektif memadamkan lahan di belakang posko utama Jalan Gubernur Syarkawi.
“Ini seperti yang kita lihat di belakang kita ini lokasi yang menjadi target kita selama dua minggu ini kurang lebih 61 hektare di belakang kita ini itu dua minggu berhasil kita padamkan, asapnya juga tidak ada. Kita upayakan di Sambang Lihum dengan menggunakan aplikasi kita ini,” jelasnya.
Agar lebih selektif dan efektif, malam ini (Kamis malam_red) tim akan melakukan pemetaan titik api menggunakan drone termal.
“Tim akam mengambil datanya dengan menggunakan drone termal dulu sehingga pemadamannya lebih selektif lagi dan diharapkan tidak ada api lagi di sekitar Rumah Sakit Sambang Lihum,” pungkasnya.
Untuk diketahui sebelum melakukan pemantauan di RS Sambang Lihum, Kapolda Kalsel beserta rombongan terlebih dahulu melakukan pemantauan langsung pemadaman api yang dilakukan Tim gabungan dari Brimob, Polres Banjar dan sejumlah relawan di Jalan Gubernur Subarjo.(nw)
