NEWSWAY.CO.ID, KOTABARU – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kotabaru terus mengoptimalkan berbagai langkah strategis dan pembinaan di tengah tantangan keterbatasan kapasitas hunian serta minimnya jumlah personel pengamanan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Imam Sapto Riadi, melalui Ketua Humas Lapas Kotabaru, Riduan, saat memberikan keterangan resmi, Jumat (6/11/2026).
Riduan memaparkan bahwa saat ini kondisi hunian di Lapas Kotabaru mengalami overcrowding yang cukup signifikan.
“Per hari ini, penghuni kita jumlahnya mencapai 549 orang. Sementara kapasitas daya tampung lapas kita sebenarnya hanya 287 orang,” ungkap Riduan.
Dihadapkan pada tantangan rasio petugas dan jumlah warga binaan yang tidak seimbang, pihak lapas tetap memberlakukan skema penanganan dan pembinaan secara maksimal.
Strategi utamanya adalah mengoptimalkan program pembinaan kepribadian maupun kemandirian agar warga binaan benar-benar siap kembali ke masyarakat dengan keahlian yang memadai.
“Strategi kita tentunya optimalisasi pembinaan. Jadi, warga binaan itu ketika dia bebas, kembali ke masyarakat, punya keahlian yang kemungkinannya kecil untuk mengulangi kejahatan yang sama ataupun yang lainnya,” jelasnya.
Selain itu, pihak lapas juga mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat luas. Menurutnya, kesuksesan pembinaan di dalam lapas tidak akan berdampak maksimal jika stigma negatif di tengah masyarakat masih melekat kepada mantan warga binaan yang telah bebas.
“Seoptimal apapun kami membina warga binaan, kalau masyarakat ketika bebas stigma-nya masih menganggap mereka penjahat, kami juga kesulitan,” imbuhnya.
Dalam aspek keamanan dan ketertiban, Lapas Kelas IIA Kotabaru menegaskan komitmen nyata untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dari Halinar. Langkah konkret tersebut dibuktikan dengan pelaksanaan razia rutin yang digencarkan setiap hari.
“Langkah konkret tentu sudah kami kerjakan. Tiap pagi kami itu razia di sini. Sosialisasi juga kami lakukan. Pihak lapas sudah deklarasi, kita zero narkoba di sini. HP, pungli, itu nggak ada,” tegas Riduan.
Di bawah kepemimpinan Kalapas Imam Sapto Riadi, jajaran petugas Lapas Kotabaru berkomitmen untuk terus perang terhadap peredaran gelap narkoba maupun barang terlarang lainnya demi terciptanya keamanan dan ketertiban di dalam blok hunian.
Menutup keterangannya, pihak Lapas Kotabaru menyampaikan pesan khusus kepada keluarga warga binaan serta masyarakat luas agar senantiasa memberikan dukungan moral sekaligus membantu pengawasan.
“Mungkin pesan saya kepada keluarga dan masyarakat, kepada keluarga, tolong bantu kami mengingatkan warga binaan kami untuk mematuhi aturan di dalam lapas. Karena kalau kami sendiri juga kekurangan personel di dalam lapas,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan penerimaan kembali warga binaan oleh masyarakat saat mereka selesai menjalani masa pidana merupakan salah satu kunci utama penentu keberhasilan sistem pemasyarakatan secara keseluruhan.(nw)
Reporter: Rizal
