Catatan Wartawan Newsway.co.id “Melihat Lebih Dekat Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan Pinpin Penaganan Karhutla di Ibu Kota Provinsi Kalsel” (Bagian 1)

1 September 2026
Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan saat Rakor bersama Gubernur Kalsel, H Muhidin dan Wamenko Bidang Pangan Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P. (Foto : newsway.co.id)

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen. Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.H., S.I.K., M.H. memimpin langsung upaya penanganan dan pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kota Banjarbaru, khususnya kawasan Pengayuan dan Awang Paramuan, Guntung Damar dan kawasan Ring Satu Bandara Syamsudin Noor.

Dalam rangka memastikan langkah yang tepat untuk penanganan Karhutla Kalimantan Selatan khususnya di ibu kota provinsi Kalsel bersama Gubernur Kalsel, H Muhidin dan Wamenko Bidang Pangan Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., serta unsur TNI, BPBD, dinas terkait dan akademisi di Posko Induk Polda Kalsel Awang Paramuan, Rabu (26/08/2026).

Dalam rakor tersebut dibahas langkah percepatan penanganan Karhutla yang melanda area kurang lebih 900 hektare, salah satu upaya yang dilakukan kala itu, Kapolda mengintruksikan langsung kepada Polres Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Aceng Loda untuk melakukan pemetaan pemilik lahan dan melakukan pendataan secara menyeluruh.

Dalam rakor itu juga, Kapolda menyampaikan bahwa Polda Kalsel bersama TNI, BPBD, Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta dukungan perusahaan dan relawan mengerahkan sekitar 350 personel gabungan untuk melakukan pemadaman dan pembasahan lahan.

Kapolda memerintahkan Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Kalsel, Kombes Pol Eko Irianto untuk memastikan para personel bekerja dengan maksimal, personel tersebut selanjutnya dibagi dalam tiga shift agar penanganan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Tidak berhenti di situ, seusai Rakor, Kapolda langsung bergerak cepat, setelah memberikan instruksi kepada jajarannya untuk memasang Bioflok sebagai salah satu upaya persediaan air di titik rawan, Kapolda mengajak para PJU untuk meninjau dan memastikan ketersediaan sumber air.

Salah satu lokasi adalah Danau X yang terletak di Pengayuan Landasan Ulin Selatan, setelah melihat kondisi debit air di lokasi tersebut, Kapolda merasa optimis ketersediaan air untuk pemadaman di Aawang Paramuan dan Pengayuan bisa terbantu.

Bahkan tidak berhenti disitu, Kapolda juga mencari potensi air dilokasi lain di seputaran kawasan itu sbelem melanjutkan peninjauan pemasangan bioflok, Kapolda ingin memastikan pemadaman api karhutla bisa berjalan lancar dan sistematis.

Selesai memastikan titik air bisa digunakan, Kapolda beserta jajaran meninjau pemasangan 10 unit bioflok dengan kapasitas masing-masing sekitar 12.000 liter.

Kapolda juga menerapkan sistem estafet air, yaitu pengisian air dari sumber yang berada di pinggir jalan untuk kemudian didistribusikan menggunakan sarana pemadam mendekati titik api. Langkah ini dilakukan agar proses pemadaman dan pembasahan lahan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.

“Ke depan, kebutuhan bioflok direncanakan terus ditambah hingga mencapai 144 unit untuk mendukung penanganan Karhutla di area sekitar 900 hektare,”ucapnya kala itu kepada sejumlah media.

Kapolda Kalsel,Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan beserta jajaran saat meninjau debit air Danau X. (Foto : newsway.co.id)

Kapolda terus berupaya menyiapkan langkah-langkah lain untuk memastikan semua rencana yang sudah disususn berjalan baik, meskipun sudah memastikan sumber air danau X bisa digunakan Kapolda bersama Dinas PUPR Provinsi dan Dinas Perkebunan dan Peternakan mengoptimalkan sumber air dengan pengerukan sungai.

Selain itu, Kapolda juga tidak mau gegabah, untuk memastikan langkah pemadaman yang sitematis, Kapolda menggandeng Akademisi dalam penanganan Karhutla untuk memberikan masukan teknis, khususnya terkait penanganan lahan gambut.

Akademisi dari Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat turut memberikan saran mengenai langkah pemadaman, pembasahan dan upaya pencegahan agar api tidak kembali muncul.

Pelibatan akademisi menjadi bagian dari upaya Polda Kalsel agar penanganan Karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga memperhatikan kondisi lahan dan aspek pencegahan jangka panjang.

Kapolda juga mendorong masyarakat, khususnya pemilik lahan, untuk membuat biopori sebagai salah satu langkah pencegahan Karhutla.

Menurutnya Biopori dapat membantu menjaga kelembapan lahan, khususnya pada lapisan bawah tanah, sehingga lahan gambut tidak mudah kembali kering dan terbakar saat musim kemarau.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pencegahan jangka panjang agar kebakaran yang telah berhasil dipadamkan tidak kembali muncul.

Sementara itu, untuk memastikan kebutuhan personel di lapangan terpenuhi, Polda Kalsel melalui Brimob bersama unsur TNI menyiapkan dua dapur lapangan, masing-masing di Posko Guntung Damar dan Pengayuan.

Dapur lapangan menyediakan makanan dan minuman secara gratis bagi personel TNI, Polri, BPBD maupun relawan yang terlibat dalam penanganan Karhutla, selain itu, disiapkan pula fasilitas water treatment untuk mendukung kebutuhan air bagi personel yang bertugas.

Dalam setiap langkah penanganan, Kapolda Kalsel menekankan pentingnya kecepatan pemadaman dan pembasahan lahan, ketersediaan air harus didekatkan dengan titik api sehingga setiap muncul titik panas maupun titik api dapat segera ditangani.

Dengan pengerahan personel gabungan, optimalisasi sumber air, pemasangan bioflok, dukungan logistik, serta langkah pencegahan jangka panjang, Kapolda berharap penanganan Karhutla di wilayah Kalsel dapat semakin efektif dan kebakaran tidak meluas selama musim kemarau.(bersambung)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog