Demi Cegah Pengguna Narkoba, BNN Banjarbaru dan Kelurahan Syamsudin Noor Edukasi Paguyuban Kuda Lumping

22 Juni 2026
Kegiatan Edukasi Narkoba yang dilakukan BNN Banjarbaru di Kelurahan Syamsudin Noor. (Foto :MC/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID,BANJARBARU – Upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika terus diperkuat hingga ke tingkat komunitas. BNN Kota Banjarbaru bersama Kelurahan Syamsudin Noor menggelar Sosialisasi Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika) bagi anggota Paguyuban Kesenian Kuda Lumping Turonggo Pratiwi Putro di RT 21 RW 05 Kelurahan Syamsudin Noor, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan yang diikuti puluhan anak-anak dan remaja itu dihadiri Lurah Syamsudin Noor Fitria Khairani, tim BNN Kota Banjarbaru, Agen Pemulihan IBM, Ketua RT 21 RW 05 yang juga Agen Pemulihan BNN Kota Banjarbaru Erwin Solihan, Ketua Paguyuban Turonggo Pratiwi Putro Marsidi, pengurus paguyuban, serta para orang tua.

Pemilihan paguyuban kesenian sebagai lokasi sosialisasi bukan tanpa alasan. Sebagian besar anggotanya merupakan anak-anak dan remaja yang dinilai rentan terhadap pengaruh lingkungan. Melalui kegiatan ini, mereka dibekali pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba sekaligus diajak membangun keberanian untuk melindungi diri dan lingkungan sekitarnya.

~ Advertisements ~

Lurah Syamsudin Noor, Fitria Khairani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), yakni program rehabilitasi BNN yang mengedepankan peran aktif masyarakat dalam pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba.

Melalui program tersebut, BNN Kota Banjarbaru membentuk Agen Pemulihan, yaitu warga yang telah mendapat pelatihan untuk mendampingi korban penyalahgunaan narkoba sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya narkotika.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari Sosialisasi Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), di mana BNN Kota Banjarbaru membentuk tim yang melibatkan unsur masyarakat yang disebut Agen Pemulihan.

Agen Pemulihan ini selain mendampingi korban penyalahgunaan narkoba, juga melaksanakan sosialisasi P4GN kepada masyarakat di lingkup Kelurahan Syamsudin Noor,” kata Fitria.

Ia menjelaskan, IBM dirancang dengan pendekatan dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Kehadiran Agen Pemulihan di tingkat kelurahan diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh pendampingan rehabilitasi, meningkatkan deteksi dini, sekaligus mengurangi stigma terhadap korban penyalahgunaan narkoba.

Menurut Fitria, sosialisasi kali ini sengaja menyasar komunitas seni karena paguyuban menjadi ruang pembinaan karakter sekaligus tempat berkumpulnya anak-anak dan remaja.

“Hari ini sosialisasi dilaksanakan di Paguyuban Kuda Lumping karena sebagian besar anggotanya merupakan anak-anak dan remaja. Kami berharap dengan pendampingan langsung dari tim BNN Kota Banjarbaru, mereka mampu mencegah dan menghindari penyalahgunaan narkoba dalam lingkungan pergaulan sehari-hari. Tujuan Program IBM ini adalah mewujudkan Kelurahan Syamsudin Noor sebagai Kelurahan Bersinar atau Bersih dari Narkoba,” ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta memperoleh materi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan, seperti menghirup lem, penggunaan obat di luar dosis yang dianjurkan, hingga konsumsi minuman oplosan yang dapat membahayakan kesehatan. Mereka juga diajak mengenali tanda-tanda awal penyalahgunaan narkotika serta didorong berani melapor kepada Agen Pemulihan apabila menemukan teman atau warga yang membutuhkan pendampingan rehabilitasi.

Ketua RT 21 RW 05 yang juga Agen Pemulihan BNN Kota Banjarbaru, Erwin Solihan, mengatakan antusiasme peserta menunjukkan pentingnya edukasi pencegahan narkoba dilakukan sejak usia dini.

“Alhamdulillah, walaupun cuacanya cukup panas, anak-anak tetap semangat mengikuti kegiatan. Mereka mendapatkan pemahaman mengenai bahaya menghirup lem, penyalahgunaan obat di luar dosis, hingga minuman campuran yang membahayakan kesehatan. Kami berharap mereka berani menyampaikan kepada Agen Pemulihan apabila mengetahui ada teman yang menggunakan obat-obatan terlarang sehingga dapat segera ditindaklanjuti melalui rehabilitasi. Kami ingin paguyuban ini menjadi tempat yang membentuk anak-anak menjadi pribadi yang tangguh, mencintai seni budaya, dan saling menjaga lingkungan dari penyalahgunaan narkoba,” kata Erwin.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Turonggo Pratiwi Putro, Marsidi, mengapresiasi dipilihnya paguyuban yang dipimpinnya sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi.

Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertama bagi anggota paguyuban mendapatkan edukasi langsung mengenai bahaya narkoba dari BNN Kota Banjarbaru bersama Kelurahan Syamsudin Noor.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BNN Kota Banjarbaru, Kelurahan Syamsudin Noor, serta seluruh Agen Pemulihan yang telah memberikan penyuluhan kepada anak-anak kami. Ini merupakan pertama kalinya Paguyuban Turonggo Pratiwi Putro mendapatkan sosialisasi tentang bahaya narkoba. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut agar anak-anak semakin memahami bahaya narkotika, memiliki keberanian untuk menjauhinya, tetap mencintai seni dan budaya, serta menjadikan paguyuban ini sebagai rumah yang aman bagi tumbuhnya generasi yang sehat, berkarakter, dan bebas dari narkoba,” ujar Marsidi.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog