Dermaga Pasar Terapung Diresmikan di TMII Jakarta, Muhidin: Mengenalkan Kekayaan Budaya Sungai Banua

by
13 April 2026
Peresmian Dermaga Pasar Terapung Air Tawar di kawasan TMII Jakarta, Sabtu (11/4/2026). (foto: adpim)

NEWSWAY.CO.ID, JAKARTA – Pasar Terapung sejak lama telah menjadi tempat wisata paling ikonik di Kalimantan Selatan. Dan kini, Dermaga Pasar Terapung diresmikan di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta dengan mengusung tema “Pesona Pasar Terapung, Lestarikan Budaya, Tumbuhkan Ekonomi Kerakyatan, dan Perkuat Hilirisasi Industri Kreatif Banua.”

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin bersama Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Fathul Jannah meresmikan Dermaga Pasar Terapung Air Tawar di kawasan TMII Jakarta itu dengan penandatanganan prasasti serta pemotongan pita di dermaga, Sabtu (11/4/2026).

~ Advertisements ~

Hadir saat peresmian, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi di Kementerian Kebudayaan RI, Restu Gunawan, Dirjen Bina Marga Kementerian PU Roy Rizali Anwar bersama Bupati/Walikota se Kalsel, Forkopimda Kalsel serta Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin.

Saat penandatangan prasasti Gubernur H. Muhidin didampingi pimpinan Forkopimda Kalsel antara lain Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, Kajati Kalsel Tiyas Widiarto, S.H., M.H, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, Kepala BIN Kalsel Brigjen Pol.Sentot Adi Dharmawan, S.I.K., M.H. Kepala BNN Brigjen Pol. Asep Taufik, S.I.K, Danlanal Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, S.H., M.Tr.Opsla serta Sekdaprov Kalsel M. Syarifuddin.

~ Advertisements ~

Menurut Gubernur H. Muhidin, kehadiran Dermaga Pasar Terapung ini adalah sebuah kemajuan di sektor pariwisata, yakni menghadirkan budaya banua Kalsel secara nasional di TMII.  “Kita berharap masyarakat dari berbagai daerah dapat mengenal lebih dekat kekayaan budaya sungai Kalimantan Selatan. sekaligus memperkuat posisi Kalsel sebagai salah satu simpul penting warisan budaya sungai di indonesia,” ujar Gubernur H. Muhidin dalam sambutannya.

Budaya pasar terapung adalah tradisi yang telah berlangsung sejak masa Kesultanan Banjar, ketika sungai menjadi jalur utama transportasi, interaksi sosial, serta aktivitas perdagangan masyarakat. Hingga saat ini, tradisi tersebut masih dapat disaksikan secara langsung di kawasan wisata budaya pasar terapung Lok Baintan, yang telah menjadi salah satu ikon pariwisata Kalsel.

~ Advertisements ~

“Di kawasan TMII ini kita menghadirkan gambaran budaya sungai kepada masyarakat Indonesia, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional,” tambah Gubernur Kalsel, H. Muhidin.

Ia berharap keberadaan dermaga pasar terapung ini mampu menarik minat masyarakat yang berkunjung ke TMII untuk mengenal lebih jauh tentang Kalsel.

~ Advertisements ~

“Bahkan kami harapkan masyarakat tertarik untuk berkunjung langsung ke Kalsel dan merasakan pengalaman kehidupan masyarakat sungai yang masih lestari,” harap Gubernur H. Muhidin.

Gubernur juga mengajak Bupati/Wali Kota se Kalsel dan seluruh Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel agar meramaikan Pasar Terapung di TMII ini dengan menggelar berbagai acara di lokasi tersebut.

~ Advertisements ~

Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi di Kementerian Kebudayaan RI, Restu Gunawan mengatakan, peresmian Dermaga Pasar Terapung ini adalah satu contoh bagaimana pengembangan dan pemanfaatan budaya itu ada di Kalimantan Selatan.

“Kita berharap, ke depan ada warisan budaya tak benda Kalsel yang bisa diusulkan ke UNESCO,” ujar Restu Gunawan.

~ Advertisements ~

Usai meresmikan dermaga ini, Gubernur H. Muhidin bersama Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah, berkesempatan membeli buah-buah dan kue yang dijual oleh “Acil wan Paman”– sebutan pedagang dalam jukung/perahu di pasar terapung).

Hj. Fathul Jannah Muhidin yang juga sebagai Ketua Dekranasda Kalsel menyempatkan pula mengunjungi stand-stand UMKM dan Dekranasda yang dihadirkan di TMII, Jakarta.

~ Advertisements ~

Pembangunan Dermaga Pasar Terapung di TMII didukung melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bank Kalsel sebagai wujud sinergi antara pemerintah daerah dengan dunia perbankan dalam mendukung pembangunan sektor budaya dan pariwisata.

Kegiatan turut diramaikan dengan berbagai rangkaian acara budaya seperti pertunjukan seni tradisional Banjar, simulasi Pasar Terapung di area anjungan, pameran produk unggulan UMKM, kuliner khas Banua yang kerap dikenal “mawarung”, pameran kerajinan, fashion show Wastra Banua, hingga pemutaran Silent Cinema. (Adpim)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog