Dinkes Kotabaru Perluas Paradigma Pelayanan Kesehatan Hingga ke Hulu, Fokus Lingkungan dan Kepulauan

by
8 Oktober 2026
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru, Muhammad Ukas

NEWSWAY.CO.ID, KOTABARU – Menghadapi ancaman kekeringan serta tantangan geografis wilayah kepulauan yang membentang luas, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotabaru menegaskan komitmennya untuk memperluas paradigma pelayanan kesehatan. Urusan kesehatan masyarakat kini ditangani secara komprehensif mulai dari hulu, meliputi perbaikan lingkungan, ketersediaan air bersih, hingga sanitasi.

Hal tersebut ditegaskan oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru, Muhammad Ukas, saat memberikan keterangan kepada awak media, Rabu (7/10/2026).

Paradigma kesehatan harus kita perluas dari hulu. Kesehatan tidak lagi hanya menjadi urusan pelayanan di rumah sakit dan Puskesmas, melainkan sangat dipengaruhi oleh faktor iklim, ketersediaan air bersih, sanitasi, serta kualitas lingkungan,” ujar Ukas.

Menurutnya, menghadapi musim kemarau saat ini, Dinkes tidak hanya fokus mengobati, tetapi bergerak mencegah penyakit sejak dari sumber risikonya.

“Kita perkuat kesehatan lingkungan, surveilans penyakit, edukasi PHBS dan koordinasi lintas sektor. Jadi kita tidak hanya mengobati dampak, tetapi mencegah penyakit sejak dari lingkungan,” jelasnya.

Ukas juga menyoroti beban berat tenaga kesehatan, terutama yang bertugas di wilayah kepulauan dan pedalaman Kotabaru. Luasnya wilayah dan keterbatasan akses menjadi tantangan psikologis tersendiri.

“Ini menjadi perhatian kami. Beban nakes di wilayah terpencil memang memiliki tantangan tersendiri. Karena itu kita terus memperkuat pembinaan, pemerataan SDM, dukungan psikososial dan komunikasi dengan Puskesmas,” ujarnya.

Ia menegaskan, tenaga kesehatan adalah ujung tombak yang harus dijaga kesejahteraannya, bukan hanya dituntut melayani.

Terkait persoalan stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah besar, Muhammad Ukas meluruskan bahwa stunting bukan hanya soal kurang gizi. Akar masalahnya jauh lebih kompleks, mulai dari pola asuh, sanitasi buruk, krisis air bersih, penyakit infeksi berulang, hingga kondisi kesehatan ibu.

“Intervensinya harus dimulai sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan dan dilakukan bersama lintas sektor. Target kita bukan sekadar menurunkan angka, tetapi memastikan anak Kotabaru tumbuh sehat dan berkualitas,” tegasnya.

Sebagai jawaban atas tantangan jarak di wilayah kepulauan, Dinkes Kotabaru terus mengoptimalkan peran 28 Puskesmas yang tersebar di berbagai kecamatan. Layanan tersebut diperkuat oleh tim pelayanan kesehatan bergerak serta sistem tanggap darurat rujukan cepat melalui Public Safety Center (PSC) 119 Kotabaru.

“Ke depan, seluruh elemen pelayanan mulai dari Puskesmas, tim bergerak, PSC 119, hingga rumah sakit rujukan akan terintegrasi penuh. Dengan demikian, kondisi geografis tidak lagi menjadi penghambat bagi masyarakat kepulauan untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat dan tepat,” pungkasnya.(nw)

Reporter: Rizal

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog