NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA — Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar melakukan monitoring langsung ke lokasi CBS dan memastikan akan melakukan perbaikan terhadap sejumlah titik pada proyek yang menjadi sorotan publik. Evaluasi dilakukan bersama pihak ketiga saat masa pemeliharaan proyek masih berjalan.
Kepala DPRKPLH Kabupaten Banjar, Akhmad Bayhaqie mengatakan, masa pemeliharaan menjadi momentum penting untuk mengoptimalkan hasil pekerjaan dan menindaklanjuti berbagai catatan di lapangan.
“Dalam masa pemeliharaan ini justru sangat baik untuk kita mengoptimalkan dan memperbaiki kekurangan yang ada. Beberapa titik sudah kami identifikasi dan akan segera ditangani oleh pihak ketiga,” ujarnya saat memantau CBS, Jumat (6/02/2026).
Bayhaqie mengatakan, sejumlah catatan yang menjadi perhatian antara lain genangan air di beberapa lokasi, kondisi taman bermain anak yang dinilai belum rapi, serta adanya besi dan instalasi yang muncul ke permukaan sehingga berpotensi membahayakan.

“Itu semua sudah kami identifikasi. Ada besi-besi yang muncul, taman bermain yang kurang rapi, termasuk sumur yang terbuka dan sempat pecah, itu akan diganti dan diperbaiki,” jelasnya.
Selain perbaikan teknis, DPRKPLH juga berencana melakukan penataan lanjutan pada area ruang terbuka hijau. Salah satunya dengan menambah dan menghidupkan kembali tanaman di beberapa titik yang dinilai belum optimal.
“Kami juga melihat potensi pemanfaatan kawasan ini cukup baik, terutama untuk anak-anak bermain. Karena itu, ke depan akan ada penambahan dan penataan tanaman agar kawasan ini lebih hidup,” katanya.
Terkait instalasi kabel yang tampak semrawut dan muncul ke permukaan, Bayhaqie memastikan akan dilakukan perapian dalam waktu dekat.
“Itu memang muncul ke permukaan dan harus dirapikan. Sudah masuk dalam catatan kami,” ujarnya.
Menanggapi keraguan publik terhadap nilai proyek yang disebut mencapai Rp8 miliar, Bayhaqie menegaskan bahwa pekerjaan telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi teknis. Namun demikian, ia menyebutkan proses audit tetap akan dilakukan oleh pihak berwenang.
“Terkait nilai pekerjaan, tentu ada mekanisme audit. Tapi secara pelaksanaan, ini sudah sesuai. Pada tahap awal juga dilakukan pekerjaan struktur, termasuk penguatan di hampir seluruh area,” katanya.
Ia mengungkapkan, seluruh masukan dari lapangan, termasuk temuan media, telah didokumentasikan dan akan menjadi dasar perbaikan oleh pihak ketiga selama masa pemeliharaan berlangsung.
“Kami terbuka terhadap masukan. Semua catatan sudah kami foto dan tuliskan, tinggal ditindaklanjuti,” pungkasnya.(nw)
