NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Akhirnya operasi SAR gabungan kecelakaan KM Virgo Transport 8 memasuki masa perpanjangan pada hari ke-15,pada Minggu (27/9/2026).
Namun keputusan perpanjangan tersebut membuahkan hasil, pada hari pertama masa perpanjangan, tim Basarnas mengevakuasi tujuh jenazah dari Palangkaraya menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Ketujuh jenazah selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalimantan Selatan untuk proses identifikasi, evakuasi dilakukan melalui jalur udara menggunakan dua helikopter Basarnas jenis Dauphin dari Bandar Udara Tjilik Riwut Palangkaraya menuju Lanud Sjamsudin Noor.
Dari pantauan lapangan, Sorti pertama dilakukan pada pukul 11.47 Wita. Helikopter Dauphin HR-6304 mendarat di Lanud Sjamsudin Noor membawa lima kantong jenazah, selang 20 menit, helikopter Dauphin HR-6301 menyusul mendarat pada pukul 12.07 Wita dengan membawa dua kantong jenazah.
“Dua helikopter telah memindahkan jenazah yang sebelumnya dievakuasi oleh rekan-rekan dari Kantor SAR Palangkaraya. Total tujuh jenazah diangkut dalam dua penerbangan ini. Alhamdulillah kondisi aman dan seluruh proses terlaksana dengan lancar,” ujar co-pilot HR-6304, Letkol Pnb Endrik Setyo Utomo, di Lanud Sjamsudin Noor.
Endrik juga mengatakan jarak pandang di sekitar Bandar Udara Tjilik Riwut sempat turun hingga 800 meter saat evakuasi dilakukan.
“Kendala utama adalah asap. Sepanjang perjalanan di ketinggian 3.500 kaki, kami tidak bisa melihat ke depan maupun ke bawah karena asap sangat tebal. Jarak pandang ke depan hanya sekitar 300 sampai 400 meter,” jelas Endrik.
Bahkan saat memasuki fase final approach, landasan baru terlihat ketika helikopter berada sekitar 0,3 hingga 0,4 mil laut dari bandara.
Menurut Endrik, lampu pemandu landasan atau approach light membantu kru menentukan jalur pendaratan. Lampu tersebut sudah terlihat dari jarak sekitar 0,6 mil laut.
“Kondisi kabut asap tebal sebelumnya turut mengganggu penerbangan umum di Palangkaraya karena jarak pandang yang terbatas,” tambahnya.
Meski demikian,menurut Endrik operasi SAR tetap berjalan baik, Tim gabungan masih melakukan penyisiran di sejumlah wilayah yang berpotensi menjadi lokasi ditemukannya korban lain KM Virgo Transport 8.
Sementara itu Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menjelaskan tujuh korban tersebut ditemukan pada hari ke-14 operasi, Sabtu (26/9/2026), di sejumlah lokasi di Kalimantan Tengah.
“Empat jenazah ditemukan di perairan Kabupaten Sukamara pada rentang pukul 06.00 hingga 08.00 WIB. Dua jenazah lainnya ditemukan di Kabupaten Seruyan. Satu jenazah ditemukan di perairan Sungai Cabang, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat,” jelasnya.
Ia mengungkapkan setelah tiba di Banjarmasin, seluruh jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalimantan Selatan, pasalnya penanganan dipusatkan di rumah sakit tersebut untuk memudahkan proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).(nw)
