Hari ke 18 Evakuasi Korban di Bangkai KM Virgo Transport 8 Nihil, Hari Ini Dijadwalkan Evakusi Korban dari Kalteng

1 Oktober 2026
Helikopter tetap disiagakan kalau ada perkembangan terkait evakuasi korban KM Virgo Transport 8. (Foto : newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID,BANJARBARU – Dua pekan lebih operasi pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8, tepatnya sudah 18 hari hingga Rabu (30/9/2026).

Akhirnya pencarian ditutup, Tim Gabungan penyelaman dan penyisiran di sekitar bangkai kapal utama belum menemukan korban maupun material baru yang berkaitan dengan kecelakaan tersebut.

Ahli Muda Bidang Kecelakaan Pelayaran dan Penerbangan Direktorat Operasi Basarnas, Rangga Aribowo mengatakan, tim penyelam gabungan yang bekerja di sekitar bangkai KM Virgo belum menemukan paket hingga operasi hari ini berakhir.

“Untuk di lokasi, kebetulan hari ini di sekitar lokasi kapal Virgo tidak ditemukan paket,” ujar Rangga, Rabu (30/9/2026).

Paket yang dimaksud merujuk pada temuan berupa jasad korban maupun material yang berkaitan dengan kapal.

Rangga mengatakan berbeda dengan tim SAR di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, meski pencarian di lokasi utama belum membuahkan hasil, tim di Palangkaraya justru menemukan empat paket yang diduga berkaitan dengan korban KM Virgo Transport 8.

“Keempat paket tersebut telah dievakuasi dan akan ditindaklanjuti oleh tim SAR. Dari rekan-rekan kita di Palangkaraya telah dievakuasi empat paket, yang kemungkinan besok kita bisa evakuasi jenazah,” ujarnya.

Menurut dia, informasi lebih lanjut mengenai temuan tersebut akan disampaikan setelah ada kepastian dari Kepala Basarnas selaku Search Mission Coordinator (SMC).

Sementara itu, unsur Tim udara tetap disiagakan untuk mengantisipasi kebutuhan evakuasi apabila lokasi korban telah dipastikan, tiga helikopter disiapkan dalam operasi tersebut. Dua di antaranya merupakan armada Basarnas, yakni HR-3601 dan HR-3604, serta satu Helikopter Panther milik TNI Angkatan Laut.

“Helikopter Panther juga telah diterbangkan menuju KRI RE Martadinata untuk menempati posisi siaga di sekitar area operasi. Untuk personel, semuanya standby di posisi masing-masing. Sewaktu-waktu diperlukan evakuasi, kita langsung ready untuk penerbangan unsur udaranya,” tutupnya.

Untuk diketahui sampai sejauh ini Tim SAR masih menunggu arahan lanjutan dari Kepala Basarnas selaku SMC terkait proses identifikasi dan rencana evakuasi temuan yang dijadwalkan dilakukan Kamis (1/10/2026) (hari ini_red).(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog