Hasil Visum; Pendaki Syafiq Telah Meninggal 15 Hari Sebelum Ditemukan

by
17 Januari 2026
Proses evakuasi pendaki Syafiq yang meninggal di Gunung Slamet. ( Foto : Suho/newsway.co.id

NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Tim SAR memperkirakan korban meninggal sekitar empat hingga lima hari sebelum ditemukan, hasil pemeriksaan medis justru mengungkap fakta yang jauh lebih memilukan.

Syafiq ternyata telah meninggal dunia sejak sekitar 15 hari lalu atau hanya beberapa hari setelah dinyatakan hilang. Kepastian itu disampaikan tim medis RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga usai melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban, Kamis (15/1/2026).

Dokter RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata, dr Gunawan S, menyebutkan hasil visum menunjukkan korban telah meninggal dunia jauh sebelum akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan.

“Dari hasil pemeriksaan, korban sudah meninggal dunia 15 hari yang lalu,” kata dr Gunawan S seusai melakukan visum jenazah Syafiq.

~ Advertisements ~

Ia menjelaskan, dari pemeriksaan luar tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Namun, tim medis menemukan korban mengalami patah tulang paha sebelah kiri. Pemeriksaan lanjutan berupa otopsi tidak dilakukan lantaran pihak keluarga tidak menghendaki tindakan tersebut.

Sebelumnya, saat jenazah pertama kali ditemukan di Gunung Slamet, Tim SAR menduga korban meninggal dunia sekitar empat hingga lima hari sebelum ditemukan.

Perkiraan itu didasarkan pada tanda-tanda kondisi fisik korban saat ditemukan di medan pendakian. Namun, hasil pemeriksaan medis di rumah sakit kemudian mengoreksi dugaan awal tersebut.

Wakapolres Purbalingga Kompol Agus Amjat mengatakan, jenazah Syafiq ditemukan pada Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 08.00 WIB di kawasan Pos 9 Gunung Slamet, tepatnya di Watu Langgar atau punggungan Gunung Malang. Meski sudah ditemukan, jenazah tidak bisa langsung dievakuasi pada hari yang sama.

“Kondisi cuaca saat itu tidak bersahabat dan medannya berbahaya, sehingga evakuasi baru bisa dilakukan keesokan harinya,” jelas Kompol Agus Amjat.

Evakuasi akhirnya dilakukan pada Kamis (15/1/2026) melalui jalur Gunung Malang, Purbalingga. Jenazah korban tiba di Basecamp Pos Pendakian Gunung Malang, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, sekitar pukul 14.10 WIB.

Setelah tiba di basecamp, jenazah langsung dibawa ke RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga untuk dilakukan pemeriksaan medis. Usai pemeriksaan, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa pulang ke Magelang.

Proses evakuasi berlangsung cukup berat. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, SAR Satsamapta Polres Purbalingga, BPBD, serta komunitas dan relawan harus mengevakuasi jenazah secara estafet dari lokasi penemuan hingga basecamp.

Hujan sempat turun saat jenazah melewati jalur bawah Pos Pendakian Gunung Malang, membuat medan semakin licin dan berisiko.

Seperti diberitakan sebelumnya, Syafiq Ridhan Ali Razan dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Slamet melalui Basecamp Dipajaya, Kabupaten Pemalang, pada Sabtu (27/12/2025). Ia mendaki bersama rekannya, Hirmawan Haidar Bahran.

Dalam perjalanan, Syafiq turun lebih dahulu untuk mencari bantuan karena rekannya mengalami cedera. Hirmawan berhasil ditemukan tim SAR, sementara Syafiq baru ditemukan lebih dari dua pekan kemudian dalam kondisi meninggal dunia.(nw)

Reporter: Suho

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog