NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, ruas jalur selatan dilaporkan memiliki kondisi jalan kurang optimal dan berpotensi mengganggu kelancaran arus kendaraan.
Selain Rawalo–Menganti, jalur tengah dan jalur selatan Jawa Tengah juga menjadi fokus utama pengawasan. Kedua jalur ini diprediksi mengalami lonjakan volume kendaraan signifikan saat arus mudik maupun arus balik Idul Fitri.
Kasat Lantas Polresta Banyumas, Kompol Harman Rumenegge Sitorus, S.I.K., M.M., menjelaskan pemetaan dilakukan melalui survei jalur beberapa waktu lalu.
Kegiatan tersebut melibatkan Korlantas Polri dan Ditlantas Polda Jawa Tengah di wilayah hukum Polresta Banyumas.

Survei ini merupakan bagian dari persiapan Operasi Ketupat Candi pada Hari Kamis 26 Februari 2026 dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1447 Hijriah. Dari hasil pemantauan lapangan, ditemukan sejumlah titik yang membutuhkan perhatian serius sebelum puncak arus mudik.
Beberapa temuan di antaranya terdapat jalan berlubang dan lampu penerangan jalan umum yang belum berfungsi optimal. Selain itu, ada rest area yang perlu pembenahan serta ruas jalan yang belum dilengkapi rambu lalu lintas memadai.
“Seluruh temuan tersebut sudah kami rekomendasikan kepada instansi terkait agar segera ditindaklanjuti. Harapannya saat operasi berlangsung, semuanya sudah clear,” ujar Kompol Harman.
Ia menegaskan langkah cepat ini dilakukan guna memastikan arus perjalanan masyarakat berjalan aman dan lancar. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk mempercepat proses perbaikan di titik-titik yang telah dipetakan.
Selain pembenahan infrastruktur, Satlantas Polresta Banyumas juga menyiapkan skema pengaturan serta rekayasa lalu lintas jika terjadi kepadatan kendaraan.
Strategi tersebut disiapkan untuk meminimalkan potensi kemacetan maupun kecelakaan selama periode Lebaran.
“Masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik mohon dipastikan kendaraan dalam kondisi prima, mematuhi rambu lalu lintas, serta beristirahat cukup selama perjalanan,” pesannya. (nw)
Reporter : Suho
