NEWSWAY.CO.ID, PULANG PISAU – Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta mengajak mahasiswa tetap mengedepankan ketertiban dan menjunjung nilai-nilai intelektual dalam menyampaikan aspirasi, termasuk jika wacana aksi unjuk rasa yang direncanakan pada 20 Juni 2026 benar-benar terlaksana.
Pesan itu disampaikan Ahmad Jayadikarta saat menghadiri Pelantikan Akbar dan Rapat Kerja Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Pulang Pisau Periode 2026–2027 di Aula Banama Tingang Kantor Bupati Pulang Pisau, Minggu (14/06/2026).
Menurut Jayadikarta, menyampaikan kritik dan aspirasi merupakan hak setiap warga negara, terutama mahasiswa yang selama ini dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan.

“Kalaupun memang nanti terjadi pada tanggal 20 Juni seperti yang diberitakan akan ada demo besar-besaran, saya minta demo secara teratur, tertib, jangan sampai anarkis,” tegasnya.
Sebagai alumnus Muhammadiyah, ia mengaku memahami peran mahasiswa dalam mengawal jalannya pemerintahan. Namun, menurutnya penyampaian aspirasi harus tetap berada dalam koridor hukum dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan generasi muda yang mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah maupun bangsa. Karena itu, ia berharap semangat kritis yang dimiliki mahasiswa dapat dibarengi dengan sikap konstruktif dan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Jayadikarta juga mengajak mahasiswa memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah di tengah tantangan pembangunan dan kebijakan efisiensi anggaran yang sedang berlangsung.
“Saya menyampaikan agar ke depan mahasiswa menjadi garda pemuda yang siap membantu dan siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah, walaupun saat ini kita berada dalam masa efisiensi dan kondisi yang tidak sedang baik-baik saja,” ujarnya.
Terkait rencana aksi 20 Juni, ia kembali menegaskan bahwa demonstrasi merupakan bagian dari demokrasi yang harus dihormati. Namun ia mengingatkan agar tujuan utama perjuangan mahasiswa tidak bergeser dari kepentingan masyarakat.
“Adanya demo ini karena memang hak masyarakat untuk bersuara, terutama mahasiswa. Tetapi saya bilang, demolah dengan teratur, dengan tertib, jangan sampai menyimpang dari apa yang kita harapkan,” katanya.
Jayadikarta menambahkan, pesan tersebut tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa yang tergabung dalam IMM, tetapi juga seluruh mahasiswa di Kabupaten Pulang Pisau dan Kalimantan Tengah.
“Saya berharap mahasiswa tetap menjadi pelopor perubahan yang membawa manfaat bagi daerah, masyarakat, dan bangsa,” tandasnya.( nw)
Reporter : Winda
