Kadinsos Banjarbaru, Jadi Pemateri Sosialisasi Program Panti Rehabsos Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik

by
16 April 2026
Kepala Dinas Sosial Kota banjarbaru, Rokhyat Riyadi saat menjadi pemateri. (Foto : Dinsos/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Kepala Dinas Sosial Kota Banjarbaru, Rokhyat Riyadi menjadi narasumber pada acara Sosialisasi Program Panti Rehabsos Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik Fajar Harapan yang dilaksnakan Dinsos Provinsi Kalsel pada, senin (14/04/2026) di Aula Dinas Sosial Kota Banjarbaru.

Dalam kesempatan itu, Rokhyat menyampaikan materi tentang Pelayanan Disabilitas di Kota Banjarbaru yang dihadisi sebanyak 40 peserta dari unsur Dinas Sosial Banjarbaru,NPC Kota Banjarbaru, TKSK, PSM, Pendamping Rehabsos, Pertuni,Karang Taruna,Koordinator PKM,Kelurahan dan Fasiltator Desa, PekerjaSosial Kota Banjarbaru.

Menururt Rokhyat kenapa mengambil tema tersebut menururtnya karena penyandang Disabilitas juga masuk dalam salah satu 12 kategori Pemerlu Atensi sosial (PAS).

“Penyandang disabilitas sebasgai salah satu cluster penerima layanan dasar pada SPM bidang sosial, itu salah satu kenapamateri tersebut harus disampaikan agar para pekerja sosial semakin memahami,”jelasnya.

Rokhyat juga mengatakan bahwa, sesuai Permensos nomor 9 tahun 2018, tentang standar teknis pelayanan dasar pada srandar pelayanan minimal bidang sosial di daerah provinsi dan Kabupaten Kotaada tiga hal.

“Ada Tiga jenis pelayanan dasar pada SPM bidang sosial di Kabupaten dan kota yang ditangani Dinsos. Tiga jenis itu adalah penyandang disabilitas terlantas di luar panti sosial, anak terlantar di luar panti sosial dan lansia terlantar di luar panti sosial,” ucapnya.

Namun ia juga mengatakan bahwa saat ini masih banyak penyandang disabilitas belum bisa di lakukan penanganan oleh Dinas Sosial karena yang bersangkutan masih bermasalah terkain administrasi kependudukan.

“Masih banyak Penyandang disabilitas yang belum memiliki Adminduk, sehingga tidak dapat diajukan untuk memperoleh  bantuan dan masuk ke dalam DTSEN, kasus seperti ini juga harus dipahami oleh para pekerja sosial. Salah satunya memberikan sosialisai kepada masyarakat, bagaimanapun npenyandang disabilitas harus mempunyai adminduk,’ pungkasnya.*(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog