NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan bersama jajaran dan sejumlah elemen mahasiswa berjibaku memadamkan api di lahan gambut kawaasn Pangayuan malam hari setelah melakukan pemadaman di Beruntung Baru Kabupaten Banjar.
Datang ke lokasi dari Posko Induk, Kapolda bersama jajaran menggunakan roda dua menuju lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), bersama tim Kapolda langsung memimpin pemadaman dengan menggunakan metode suntik gambut di lahan terbakar di Pengayuan.
“Di kawasn ini ada beberapa titik kami temukan malam ini lahan bekas terbakar masih mengeluarkan asap. Bahakan saat diukur menggunakan alat drone kamera Thermal suhu panasnya diatas 70 derajad celcius,” ujar Kapolda di lokasi, Selasa (1/09/2026) malam.
Kapolda mengatakan asap yang timbul akibat bara api tidak sepenuhnya padam di lahan gambut yang cukup tebal kedalamannya, untuk itu menurutnya metode suntik gambut dinilai menjadi cara paling efektif untuk pembasahan dari dalam.
“Kami juga mencampur air dengan cairan bantuan yang biasanya untuk pembasahan batubara agar tidak mudah terbakar,”jelasnya.
Dengan menggunakan metode tersebut,Kapolda menyebut hasilnya, permukaan tanah suhunya lebih cepat dingin, itu menandakan bara api di dalam benar-benar padam.
“Bidang Laboratorium Forensik Polda Kalsel saat ini terus melakukan pengembangan cairan khusus ini dan bahan baku telah kami pesan dari Jakarta dan Surabaya untuk produksi lebih banyak,” bebernya.
Kapolda menegaskan metode pendinginan dengan metode suntik gambut ini terus akan dilakukan setiap hari di lokasi karhutla dengan ujicoba penggunaan cairan khusus, kawasan Pengayuan di Banjarbaru menjadi salah satu sasaran prioritas penanggulangan karhutla dengan luas lahan rawan terbakar mencapai 900 hektare.
Sejumlah elemen mahasiswa juga hadir melihat secara langsung metode suntik gambut hasil inovasi Kapolda Kalsel itu.
Di sisi lain Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalimantan Selatan Ferry Setiadi mengatakan inovasi memang sangat diperlukan agar penanggulangan karhutla bisa lebih cepat.
“Kami sangat mengapresiasi inovasi pak kapolda, mudah-mudahan dengan berbagai inovasi ini karhutla secepatnya terkendali dan kita semua terbebas dari kabut asap,” katanya.(nw)
